(Taiwan, ROC) – Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) hari Rabu (9/12) mengumumkan penambahan baru 2 kasus impor COVID-19 yaitu kasus ke-720 dari Myanmar dan kasus ke-721 dari Indonesia.
CECC menyampaikan, kasus ke-720 seorang pria berusia 40 an tahun berkewarganegaraan Myanmar yang tiba di Taiwan tanggal 22 November dengan tujuan bekerja, ia membawa bukti negative 3 hari sebelum keberangkatan, setibanya di Taiwan langsung menjalani karantina hingga tanggal 7 Desember. Dalam pemeriksaan yang diatur dengan biaya dikeluarkan oleh agensi yang mana hasilnya dikeluarkan hari ini (9/12) ternyata positif. Instansi kesehatan telah mendapatkan data 6 orang yang berintraksi dengan pasien untuk menjalankan karantina mandiri.
Sedangkan untuk kasus ke-721 adalah seorang pria berkewarganegaraan Indonesia berusia 40 an tahun yang datang ke Taiwan untuk tujuan bekerja pada tanggal 21 November, pasien juga membawa surat keterangan negative 3 hari sebelum keberangkatan, setelah tiba di Taiwan pasien langsung menjalani karantina di mana selama masa karantina tidak timbul gejala sama sekali, tetapi hasil tes usai karantina yang dikeluarkan hari ini ternyata positif. Orang yang sempat berinteraksi langsung dengan pasien hanya 1 orang yang langsung diminta untuk melakukan karantina rumah.
CECC menyampaikan dengan bertambahnya 2 kasus baru ini berarti jumlah kumulatif COVID-19 di Taiwan ada 720 kasus yang terdiri dari 628 kasus impor, 55 kasus dari dalam negeri, 36 kasus armada persahabatan, 1 kasus yang tidak jelas sumbernya. Selain itu juga ada 1 kasus kosong yaitu nomer 530 dan telah ditiadakan. Dari semua kasus ada 7 kasus meninggal, 585 orang yang telah terbebas dari karantina sedangkan 128 pasien masih menjalankan pengobatan isolasi.