(Taiwan, ROC) – Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen dianugerahi “Penghargaan Pelopor Internasional untuk Kepemimpinan” oleh “Dewan Pertukaran Legislatif Amerika” (ALEC) pada tanggal 4 Desember pagi (waktu Taipei). Sebelumnya ALEC pertama kali memberikan “Penghargaan Kepemimpinan Internasional” kepada mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher pada tahun 2006 yang lalu. Presiden Tsai adalah pemimpin internasional kedua yang menerima penghargaan tersebut.
Pada video pidato Presiden Tsai mengemukakan, beliau mewakili seluruh masyarakat Taiwan, menyampaikan rasa terhormat atas Penghargaan Pelopor Kepemimpinan Internasional ini. Beliau pun mengutip pepatah terkenal mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher yang berbunyi “When people are free to choose, they choose freedom / Ketika orang-orang bebas memilih, mereka akan memilih kebebasan”. Presiden Tsai membeberkan, Taiwan telah melalui masa gelap pemerintahan otoriter, dan berkat perjuangan para pendahulu demokrasi, dan dengan tekad rakyat yang kuat, Taiwan bisa menjadi negara demokrasi yang paling bebas dan kuat di Asia. Taiwan sangat bangga dengan sejarah demokrasinya dan bersedia untuk berbagi pengalaman. Semua negara mengambil jalan kemakmuran mereka sendiri, dan Taiwan telah memilih untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
Presiden juga menegaskan kembali bahwa beliau akan mempertahankan cara hidup Taiwan yang bebas dan demokratis, serta akan terus mengejar perdamaian dan stabilitas dalam hubungan lintas selat. Presiden Tsai mengatakan, “Sebagai presiden, saya berperan untuk memelihara dan mempertahankan demokrasi, kebebasan, dan cara hidup Taiwan. Saya tidak akan pernah berhenti mencari hubungan lintas-selat yang damai dan stabil, saya juga tidak akan berkompromi ketika membuat keputusan yang diperlukan untuk menjaga keamanan Taiwan.”
Presiden Tsai membeberkan, dalam empat tahun terakhir, anggaran pertahanan Taiwan telah berulang kali mencapai rekor tertinggi, dan terus berinvestasi dalam peningkatan kekuatan tempurnya untuk merespons ancaman dengan baik. Pada saat yang bersamaan, Taiwan juga melakukan segala upaya untuk memerangi informasi palsu dan manipulasi sabotase asing yang berbahaya sehingga rakyat Taiwan merasa percaya diri serta berani untuk menghadapi tantangan dan bergerak menuju masa depan.
Presiden juga menegaskan bahwa vitalitas ekonomi adalah keuntungan Taiwan. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mendorong investasi industri inovatif, terus menyesuaikan undang-undang dan peraturan secara tepat, dan mengembangkan ekonomi yang terdiversifikasi untuk bersaing masuk ke dalam pangsa pasar baru. Langkah-langkah ini telah menurunkan tingkat pengangguran, membuat ekonomi dan upah terus berkembang. Taiwan telah menyesuaikan rantai pasokan, yang membuat pengusaha-pengusaha Taiwan kembali berinvestasi di Taiwan dan mencetak rekor tertinggi, dan ekonomi Taiwan berada pada posisi yang lebih baik dari sebelumnya.
Presiden Tsai menuturkan, Taiwan merupakan negara yang mengandalkan perdagangan. Setiap upaya harus dilakukan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan dengan mitra dagang. Oleh karena itu, kami sangat berharap dapat membuat kemajuan dalam perjanjian perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat. Kami percaya bahwa perjanjian ini tidak hanya akan memperdalam kemitraan ekonomi dan perdagangan yang erat antara kedua negara, tetapi juga akan semakin memperkuat dukungan AS untuk Taiwan karena Taiwan terus-menerus menghadapi ancaman dari lintas selat.