(Taiwan, ROC) -- Pemerintah Taiwan akan memperluas dan membuka pintu impor daging babi yang mengandung ractopamine. Pemerintah akan menetapkan kode pemesanan produk untuk bagian yang berbeda, tetapi partai oposisi meminta agar semua daging babi impor yang mengandung ractopamine diberikan kode pemesanan produk. Menteri Ekonomi, Wang Mei-hua dalam sebuah wawancara di Yuan Legislatif pada hari ini (27/11) mengemukakan bahwa itu tidak dapat dilaksanakan. Karena pada tahun di mana pintu impor daging sapi Amerika Serikat dibuka, juga tidak diberikan kode produk. Tidak ada praktik seperti itu di perdagangan internasional, dan mungkin dapat melanggar peraturan WTO.
Wang Mei-hua mengatakan, "Sebelumnya semua orang bertanya kepada saya, apakah dapat menambah kode pemesanan produk pada daging babi yang mengandung ractopamine, untuk hal ini tidak dapat dilaksanakan. Karena ia merupakan salah satu zat aditif, dan ada banyak jenis zat aditif. Setiap penambahan zat aditif perlu menambah kode produk, di perdagangan internasional tidak melakukan tindakan seperti itu, dan hal tersebut juga mungkin akan melanggar peraturan WTO. Oleh karena itu, mengenai penambahan kode produk terhadap daging-daging yang mengandung ractopamine, menurut kami merupakan tindakan yang tidak cocok untuk dilakukan."
Wang Mei-hua mengemukakan, daging sapi AS disambut baik setelah diimpor ke Taiwan, dan tidak terjadi masalah keamanan pangan. Dia membeberkan, Taiwan selalu mengatakan ingin bergabung dalam komunitas internasional, jika permintaan dari sudut ini masuk akal, maka pemerintah akan mempertimbangkannya. Tetapi jika itu merupakan permintaan dari unsur politik, haruskah kita melihat masalah ini dari sudut yang lebih tinggi dan memilih jalan yang benar?
Selain itu, mengenai daging babi AS. Kepala Yuan Eksekutif, Su Tseng-Chang pada rapat pertemuan Yuan Eksekutif menetapkan bahwa “Memeriksa pabrik dulu, kemudian baru diimpor”. Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Chen Shih-chung dalam sebuah wawancara saat menghadiri rapat Yuan Legislatif mengemukakan, pemerintah pada dasarnya telah menetapkan, kedepannya akan terus melakukan diskusi dengan pihak AS. Mengenai kelompok masyarakat yang meminta untuk melakukan pelabelan zat ractopamine, Chen Shih-chung membeberkan bahwa ia telah berulang kali menegaskan jika ada kebutuhan dari segi keamanan, maka akan diwajibkan secara hukum untuk dilabeli. Jika tidak ada kebutuhan dari segi keamanan, maka demi memperoleh “Kebutuhan akan ketenangan pikiran dan hati”, maka mendorong para produsen untuk memberi label, sehingga semua orang bisa lebih tenang.