(Taiwan, ROC) -- Maskapai Penerbangan Australia, Qantas memperkenalkan sistem “Paspor Vaksinasi”, para penumpang harus divaksinasi COVID-19 terlebih dahulu baru dapat naik ke dalam pesawat. Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan, Chen Shih-chung dalam sebuah wawancara di Yuan Legislatif pada hari ini (27/11) mengemukakan, dikarenakan seluruh dunia berharap dapat kembali melakukan perjalanan Internasional, “Paspor Vaksinasi” mungkin menjadi arah untuk pengembangan di masa depan, tetapi sekarang masih terlalu dini untuk membicarakan bagaimana cara penerapannya.
Chen Shih-chung mengatakan,“Masih terlalu dini untuk membicarakan jadwal atau cara penerapannya, karena sampai saat ini masih belum ada laporan lengkap mengenai tingkat efektifitas dan daya tahan masing-masing vaksin. Maka perlu didasari oleh laporan-laporan ilmiah ini, baru dapat mengembangkan paspor atau kartu izin masuk lainnya.”
Chen Shih-chung mengemukakan, apabila tidak dapat dengan jelas menentukan berapa lama khasiat vaksin dapat bertahan, dan kita menjadi tidak waspada, pada saat khasiat vaksin tidak ada lagi, maka mungkin dapat menjadi sumber infeksi. Oleh karena itu, tak peduli itu sertifikat kesehatan ataupun yang disebut dengan “paspor vaksin”, semua kebijakan baru dapat dirumuskan berdasarkan oleh bukti ilmiah tertentu yang relevan.