(Taiwan, ROC) --- Dalam sebuah wawancara di Radio Taiwan Internasional (RTI), Ketua Komite Tionghoa Perantauan (OCAC), Tung Chen-yuan (童振源) yang pernah menjabat sebagai perwakilan ROC di Thailand tersebut menyampaikan bahwa kumpulan Tionghoa perantau telah banyak membantu dirinya.
“Tionghoa perantau merupakan permata Taiwan di seluruh dunia,” demikian ungkap Tung Chen-yuan.
Pada tanggal 16 dan 17 November pekan lalu, OCAC menggelar webinar, yang mempertemukan anggota Tionghoa perantau. Tahun ini mengambil tema “Mempersatukan Hati Tionghoa Perantau dan Memperkuat Taiwan”.
Tung Chen-yuan menyampaikan, melalui webinar ini dapat terlihat keberhasilan para Tionghoa perantau dalam mengimplementasikan unsur teknologi di setiap pekerjaan , guna menghadirkan pelayanan yang lebih prima.
Tung Chen-yuan melanjutkan, Presiden Tsai Ing-wen dan Wakil Presiden William Lai juga sempat memberikan pidato virtualnya. Di samping itu, webinar pekan lalu juga aktif diikuti oleh instansi pemerintahan lainnya; meliputi Kementerian Luar Negeri (MOFA), Kementerian Ekonomi (MOE), Kementerian Pendidikan (MOE), Kementerian Ketenagakerjaan (MOL), Kementerian Dalam Negeri (MOI) dan Kementerian Perhubungan (MOTC).
Tung Chen-yuan menyimpulkan, setidaknya ada empat konsensus yang berhasil diraih dalam pertemuan pekan lalu. Pertama, penanganan urusan Tionghoa perantau dengan sistim digitalisasi.
Kedua, menghimpun potensi dan saran para anggota. Hal ini meliputi pemberian bimbingan kepada para investor Taiwan dengan memanfaatkan jalur pendidikan, industri dan asuransi kesehatan. Serta mempererat relasi antar Taiwan dengan setiap Tionghoa perantau.
Ketiga, meningkatkan pertukaran dengan asosiasi dan kementerian terkait, guna mengupayakan pencapaian mufakat perihal pembangunan nasional.
Keempat, mempromosikan pencapaian Taiwan dalam menangani penyebaran epidemi dan mempersatukan para Tionghoa perantau yang tersebar di luar negeri.
Tung Chen-yuan melanjutkan, pencapaian Taiwan dalam menanggulangi penyebaran pandemi telah menjadi bukti yang jelas bagi warga dunia. OCAC juga telah merilis “Buku Panduan Penanggulangan Pandemi Bagi Tionghoa Perantau dan Pengusaha Taiwan”.
Buku tersebut dapat menjadi rujukan bagi Tionghoa perantau dan pengusaha Taiwan untuk memperoleh sumber daya penanggulangan pandemi. Di samping itu, OCAC juga memiliki tugas penting lainnya, yakni membangun merek Taiwan, guna membantu Tionghoa perantau dan pengusaha Taiwan.
Dengan demikian, pihaknya juga telah mendirikan platform pelayanan yang mengintegrasikan 9 wadah pemikir litbang tanah air, untuk menghadirkan layanan yang optimal; meliputi Industrial Technology Research Institute (ITRI), Institute for Information Industry, National Applied Research Laboratories (Narlabs), Medical and Pharmaceutical Industry Technology and Development Center dan lain-lain.
Tung Chen-yuan melanjutkan, dirinya berharap dapat membangun sebuah platform yang berfungsi sebagai penghubung antar Tionghoa perantau dengan pengusaha Taiwan pada masa mendatang.
Saat ini telah ada 3 program kerja sama yang berfokus di sektor pertanian. Institusi Agricultural Technology Research Institute (ATRI) bekerja sama dengan Agricultural Bank of Taiwan Corporation merilis layanan konsultasi gratis di platform LINE. Dengan adanya platform ini, Tionghoa perantau dan pengusaha Taiwan dapat memperoleh informasi terbaru perihal pertanian dalam negeri.
Di samping itu, OCAC juga tengah mengembangkan layanan serupa yang akan mencakup bidang perkotaan, inovasi industri, perawatan kesehatan, e-commerce dan lain-lain
Di akhir acara, Tung Chen-yuan menyampaikan bahwa OCAC memiliki peran penting bagi ruang lingkup Tionghoa perantau. Oleh karena itu, ia pun mengutarakan 6 permintaan utama lainnya; pertama, memajukan diplomasi nasional dan aktif dalam organisasi dunia. Kedua, membimbing setiap kegiatan promosi dan menjelaskan pekerjaan Tionghoa perantau.
Ketiga, memperkukuh jalinan pertukaran antar pengusaha Taiwan dengan Tionghoa perantau. Tung Chen-yuan secara khusus memperkenalkan istilah “Pemuda Tionghoa Perantau”, serta berharap akan ada semakin banyak generasi muda yang mengenal dan mendukung Taiwan.
Keempat, memperkukuh jalinan persahabatan dengan negara tempat tinggal Tionghoa perantau. Kelima, mendorong warga Tionghoa perantau untuk kembali menanamkan investasinya di Taiwan.
Keenam, membantu mempromosikan keberhasilan Taiwan dalam menangani penyebaran pandemi dan menghangatkan roda perekonomian, serta mengukuhkan posisi Taiwan di dunia internasional.
Tung Chen-yuan berharap, dengan adanya fundamental ini semakin dapat mengukuhkan nama Taiwan di mata dunia dan menciptakan tren ekonomi global yang sesuai dengan standar kehidupan di Taiwan.