(Taiwan, ROC) --- KTT APEC untuk tahun 2020 berhasil digelar secara khidmat. Perwakilan Taiwan yang juga merupakan Ketua Perundingan Ekonomi dan Perdagangan Yuan Eksekutif – Deng Chen-chung (鄧振中), telah membagikan pengalaman Taiwan dalam melawan pandemi kepada negara-negara anggota.
Selain itu, Deng Chen-chung juga menyampaikan harapannya agar Taiwan dapat memperluas pasar penyedia fasilitas pengendalian pandemi ke negara-negara lain, dengan demikian dapat menciptakan situasi perdagangan yang saling menguntungkan.
KTT APEC ke -31 yang mempertemukan para petinggi ekonomi dunia tersebut, berhasil digelar pada tanggal 16 November 2020, pukul 20:00. KTT APEC berakhir pada tanggal 17 November 2020, pukul 00:40 dini hari.
Pihak Taiwan diwakili oleh Deng Chen-chung yang merupakan Ketua Perundingan Ekonomi dan Perdagangan Yuan Eksekutif dan Kung Ming-hsin (龔明鑫) yang menjabat Ketua Dewan Pembangunan Nasional.
Dalam pertemuan semalam, Deng Chen-chung berbagi akan pengalaman Taiwan dalam menerapkan prosedur pengendalian pandemi. Dirinya juga meminta kepada APEC untuk membawa misi dan visinya ke kawasan Asia-Pasifik, terutama di saat epidemi melanda seperti saat ini.
Dengan demikian, situasi penularan di negara anggota dapat segera terkontrol. Di samping itu, dirinya juga mengimbau kepada negara anggota untuk segera memperdalam investasi dan kerja sama di sektor perdagangan.
Lebih lanjut, Deng Chen-chung menyampaikan, program revitalisasi Taiwan berhasil memberikan manfaat bagi 13,4 juta warga. Lebih dari 120.000 produsen terselamatkan dari gelombang kebangkrutan. Hal ini jelas memperlihatkan keberhasilan Taiwan dalam melindungi para pengusaha, termasuk pengusaha kecil dan menengah.
Dan yang terpenting adalah tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan pada kuartal ketiga tahun ini juga berada di level 3.33%. Ini juga menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang berhasil mempertahankan pertumbuhan positif.
Dalam pidatonya, Deng Chen-chung menyampaikan, tahun ini merupakan masa penuh cobaan bagi seluruh warga global. Dampak yang dibawa oleh COVID-19 telah mengguncang perekonomian dan menyebabkan pasar keuangan bergejolak.
Di samping itu, angka pengangguran pun meningkat tajam dan rantai pasokan global terancam terputus. Belum lagi dengan adanya tekanan terhadap sektor kesehatan publik, yang dicemaskan dapat mengancam perekonomian dan pilar kehidupan sosial dunia.
Taiwan di lain pihak, telah menerapkan langkah-langkah anti epidemi yang relevan pada jauh-jauh hari sebelumnya. Dengan demikian, situasi penyebaran pandemi di dalam negeri dapat terkontrol dengan baik, yang berbuah pada stabilnya pertumbuhan ekonomi.
Deng Chen-chung melanjutkan, datangnya wabah COVID-19 juga menyadarkan umat manusia akan pentingnya penggunaan teknologi digital untuk menyediakan layanan dan produk kesehatan berkualitas tinggi. Oleh karena itu, Taiwan mengintegrasikan keunggulannya di sektor industri informasi dan komunikasi dengan sektor medis kesehatan.
Taiwan juga terus mempromosikan ragam pertukaran di bidang perawatan kesehatan digital, guna membantu mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, akan dapat meningkatkan prinsip perlindungan kesehatan dan pembangunan berkelanjutan di kawasan APEC.
Dalam rapat tersebut, Deng Chen-chung juga menyampaikan kesediaan Taiwan untuk berkontribusi dalam pencegahan epidemi. Dengan lugas ia sampaikan bahwa Taiwan berharap dapat membantu negara anggota dalam memerangi pandemi ini.
Pada saat yang sama dirinya juga berkeinginan untuk memperluas pasar penyedia fasilitas penanggulangan pandemi, yang mana dipercaya dapat menciptakan situasi yang saling menguntungkan.
Tuan rumah Malaysia juga telah mengumumkan tiga penting dalam pertemuan kali ini, meliputi APEC Post 2020 Vision dan arah pengembangan dari perhelatan APEC pada tahun 2040 mendatang.
Yang kedua adalah membangun platform pertukaran informasi digital real-time mengenai perkembangan COVID-19. Dengan demikian dapat memungkinkan negara-negara anggota saling bertukar informasi dan berbagi akan penerapan kebijakan pengendalian pandemi.
Ketiga adalah menentukan tema pembahasan yang akan didiskusikan dalam perhelatan APEC 2021 di Selandia Baru, yang akan berfokus pada reformasi struktural pola kerja di masa mendatang.