(Taiwan, ROC) – Merujuk pada data statistik yang dimiliki oleh Media AFP, hingga hari Jumat tanggal 13 November pukul 11 pagi waktu Greenwich, jumlah kasus positif terinfeksi di seluruh dunia setidaknya telah mencatat angka 52.775.840 orang, sementara untuk kasus meninggal dunia telah mencatat angka 1.294.539 jiwa.
Pandemi COVID-19 sendiri, mulai merebak dari Daratan Tiongkok pada bulan Desember 2019, dan hingga saat ini tercatat ada sebanyak 34.033.100 orang yang dinyatakan sembuh.
Adapun data yang dimiliki oleh media AFP adalah data yang diberikan oleh pihak WHO dan juga dari instansi kesehatan masing-masing negara. Namun masih dikhawatirkan masih ada sejumlah kasus positif terinfeksi yang belum terdata, hal ini disebabkan masih ada banyak negara yang hanya melakukan pemeriksaan apakah ada gejala atau tidak, atau hanya melihat apakah gejala berada dalam kategori parah atau tidak.
Untuk tanggal 12 November sendiri, dilaporkan ada sebanyak 9.921 kasus meninggal dan 608.625 kasus positif terinfeksi dalam sehari. Dari hasil laporan yang diberikan, jumlah kasus meninggal terbanyak adalah di Amerika, yang mencatat angka 1.512 orang, disusul Brasil dengan sebanyak 908 kasus meninggal dan Italia dengan sebanyak 636 kasus meninggal.
Hingga saat ini, Amerika masih tetap menjadi negara dengan kondisi pandemi terparah di dunia. Pihak petugas instansi kesehatan setempat pada tanggal 12 November mengumumkan bahwa terdapat penambahan kasus baru sebanyak lebih dari 160 ribu orang, yang mana hal ini menjadi angka terbanyak dalam satu hari setelah sebelumnya juga sempat menerobos jumlah lebih dari 150 ribu orang dalam satu harinya. Jika melihat angka penularan dibandingkan dengan tenggang waktu yang ada, hanya berdurasi 8 hari saja, mampu mendobrak jumlah angka sebanyak 100 ribu orang, sehingga jumlah pasien yang harus tinggal di dalam rumah sakit langsung menukik tinggi, menyebabkan kecemasan dan kekhawatiran banyak pihak.
Untuk kondisi Amerika saat ini, telah tercatat ada sebanyak 242.435 kasus meninggal dunia, 10.555.469 kasus positif terinfeksi dan sedikitnya ada sebanyak 4.051.256 kasus yang dinyatakan telah pulih sehat kembali.
Kondisi yang disebut parah berikutnya adalah Brasil dengan mencatat angka 164.281 kasus meninggal dunia dan 5.781.582 kasus positif terinfeksi, India dengan mencatat angka 128.668 kasus meninggal dunia dan 8.728.795 kasus positif terinfeksi, Meksiko dengan mencatat angka 97.056 kasus meninggal dunia dan 991.835 kasus positif terinfeksi dan Inggris dengan mencatat angka 50.928 kasus meninggal dunia dan 1.290.195 kasus positif terinfeksi.
Jika dibandingkan antara jumlah kasus kematian akibat pandemi COVID-19 dengan jumlah populasi masing-masing negara, maka negara dengan jumlah persentase kasus kematian terbanyak di dunia adalah Belgia, dimana setiap 100 ribu orang ada 120 orang yang ditemukan positif terinfeksi, kemudian disusul oleh Peru sebanyak 106 orang, Spanyol sebanyak 87 orang dan Brasil sebanyak 77 orang.
Untuk kondisi di Daratan Tiongkok, tidak termasuk Hong Kong dan Makau, maka jumlah kasus positif terinfeksi ada sebanyak 86.307 orang dan di antaranya terdapat 4.634 kasus meninggal dunia.
Jika melihat dari sudut pandang kawasan, maka kawasan Amerika Latin dan Karibia mencatat angka 419.270 kasus meninggal dunia dan 11.885.876 kasus positif terinfeksi, untuk kawasan Eropa mencatat angka 326.527 kasus meninggal dunia dan 13.904.462 kasus positif terinfeksi, untuk kawasan Amerika dan Kanada mencatat angka 253.189 kasus meninggal dunia dan 10.835.945 kasus positif terinfeksi.
Untuk kawasan Asia mencatat angka 180.371 kasus meninggal dunia dan 11.320.972 kasus positif terinfeksi, kawasan Timur Tengah mencatat angka 67.695 kasus meninggal dunia dan 2.862.682 kasus positif terinfeksi, kawasan Afrika mencatat angka 46.546 kasus meninggal dunia dan 1.935.915 kasus positif terinfeksi dan kawasan Oceania mencatat angka 941 kasus meninggal dunia dan 29.988 kasus positif terinfeksi.
Sementara itu, untuk kondisi di Rusia, khususnya untuk hari Jumat tanggal 13 November saja telah tercatat penambahan kasus positif terinfeksi sebanyak 21.983 orang, menjadi rekor tertinggi dalam sehari sejak mulai merebaknya pandemi di Rusia. Ada sebanyak 5.974 kasus baru yang tercatat tinggal di kota Moskow, sehingga total jumlah kasus positif yang ada di Rusia kini menjadi sebanyak 1.880.551 orang, dan dalam kurun waktu 24 jam terakhir ada 411 kasus meninggal dunia, sehingga jumlah total kasus meninggal dunia kini menjadi sebanyak 32.443 orang.
Untuk kondisi negara Ukraina, merujuk kepada pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Ukraina, Maksym Stepanov, dalam kurun waktu 24 jam terakhir tercatat penambahan kasus baru sebanyak 11.787 orang, mendobrak rekor terbaru tertinggi dalam satu hari. Kini jumlah total kasus positif terinfeksi di Ukraina mencatat angka sebanyak 512.652 orang, dengan kasus kematian sebanyak 9.317 orang.
Kementerian Kesehatan Republik Ceko pada hari Jumat tanggal 13 November waktu setempat mengumumkan bahwa untuk tanggal 12 November saja, tercatat penambahan kasus baru sebanyak 7.874 orang, dibandingkan 5 hari sebelumnya mengalami penurunan sebanyak 5.358 orang, sehingga kini jumlah total kasus positif terinfeksi mencatat angka 446.675 orang, dan ada sebanyak 5.755 kasus meninggal dunia. Kondisi Republik Ceko boleh dikatakan mulai mengalami perbaikan, dan menjadi negara dengan jumlah penurunan penambahan kasus baru terbanyak dibandingkan negara-negara lainnya di kawasan Uni Eropa.
Untuk kawasan Asia Tenggara, jumlah penambahan harian di Indonesia mencatat angka 5.444 orang, menjadi jumlah penambahan terbanyak dalam sehari, sementara jumlah kasus kematian harian mencatat angka 104 jiwa. Kini jumlah total kasus positif terinfeksi di Indonesia ada sebanyak 457.735 orang, sementara kasus kematian ada sebanyak 15.037 jiwa, menjadi negara dengan kondisi kasus terbanyak di Asia Tenggara.
Di Filipina sendiri, kini jumlah total kasus positif terinfeksi ada sebanyak 404.713 orang, dan 7.752 kasus meninggal dunia.
Di Malaysia jumlah total kasus positif terinfeksi mencatat sebanyak 45.095 orang dan 304 kasus meninggal dunia.
Di Iran kini tercatat ada sebanyak 738.322 kasus positif terinfeksi dan 40.582 kasus kematian, menjadi negara dengan kondisi pandemi terparah untuk kawasan Timur Tengah. Merujuk kepada pemberitaan media pemerintah setempat, pemerintah setempat tengah mempertimbangkan untuk melakukan isolasi secara keseluruhan di ibukota Teheran selama 2 pekan.
Di Jerman kini tercatat ada sebanyak 751.095 kasus positif terinfeksi dan 12.200 kasus kematian.
Di Swiss kini tercatat ada sebanyak 257.135 kasus positif terinfeksi dan 2.960 kasus kematian.