(Taiwan, ROC) – Taiwan tidak mendapat pukulan telak saat pandemi COVID-19 menyerang dunia, bahkan perekonomian Taiwan terus mengalami pertumbuhan. Saat media Israel melakukan wawancara khusus dengan Mantan Wakil Presiden Chen Chien-jen, memuji dirinya sebagai “Penata keamanan Taiwan sebagai negara teraman di seluruh dunia di tengah pandemi”. Chen Chien-jen juga berbagi pengalaman Taiwan dalam mengantisipasi serangan pandemi, namun tetap melangkah sesuai dengan jalur menuju kesejahteraan.
Media Israel Calcalist pada hari Kamis tanggal 12 November melakukan wawancara dengan Chen Chien-jen, dan mengambil tajuk “Ini adalah langkah negara kami menghadapi serangan COVID-19”, yang tercetak sebanyak lima lembar halaman pemberitaan media tersebut. Dalam artikel disebutkan jika Taiwan tidak memberlakukan lockdown, tidak memberlakukan uji test massal, masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas kehidupan seperti biasanya. Chen Chien-jen juga berbagi panduan dalam mengantisipasi pandemi tetapi tetap menjaga pertumbuhan perekonomian, antara lain melakukan pemantauan secara ketat, pemberlakuan sanksi denda yang tinggi, transparansi birokrasi pemerintah, kepercayaan penuh dan kedisiplinan seluruh masyarakat.
Sehubungan dengan adanya serangan gelombang ke dua yang tengah dihadapi oleh sebagian negara di dunia, Chen Chien-jen memberikan 3 saran yang dapat dilakukan, antara lain meliputi melakukan pemantauan yang sangat ketat di bagian perbatasan negara, sehingga mampu mencekal masuknya kasus baru dari negara lain. Langkah ke dua adalah memberlakukan sistem pelacakan yang terpadu namun humanis terhadap setiap kasus positif yang ada, termasuk memberlakukan karantina mandiri selama 14 hari bagi mereka yang sempat melakukan interaksi dengan pasien yang dinyatakan positif. Di saat yang bersamaan, setiap masyarakat diwajibkan untuk dapat mendisiplinkan diri dalam hal mengikuti protokol kesehatan yang ada, antara lain melakukan pengukuran suhu tubuh, sering cuci tangan, pakai masker, menjaga jarak sosial dan menghindari aktivitas skala besar.
Untuk bagian pertumbuhan ekonomi, Chen Chie-jen menyampaikan bahwa saat pandemi COVID-19 merebak, dunia justru sangat menantikan produk buatan Taiwan. Hal ini dikarenakan banyak aktivitas yang harus digantikan dengan cara skala jauh, misalnya penggunaan kamera, internet, computer, gadget dan lain sebagainya, sehingga angka pertumbuhan untuk industri chips, terjadi pertumbuhan di kwartal ke tiga hingga 14,7%, dengan mencatat pertumbuhan tahunan sebanyak 21,6%.