(Taiwan, ROC) --- Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan, bahwa vaksin COVID-19 yang dikembangkan bersama oleh Pfizer dan BNT (BioNTech) Jerman, diperkirakan dapat tersedia untuk warga dunia pada bulan Maret tahun mendatang.
WHO juga meyakini, jika perkembangan vaksin ini dapat memberikan kemajuan berarti bagi pengendalian epidemi.
Sebelumnya, perusahaan vaksin dalam negeri - Biopharm juga telah memperoleh hak untuk menjual vaksin BNT di Taiwan. Namun, dikarenakan tidak adanya kesepakatan harga antara BNT dengan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), membuat hak paten tersebut gagal diperoleh oleh Biopharm.
Kini pihak luar pun mencemaskan kelancaran pengimporan vaksin untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.
Menanggapi keraguan di atas, Menteri MOHW – Chen Shih-chung (陳時中) menyampaikan, jika BNT masih terdaftar dan Taiwan masih memiliki harapan untuk mendapatkannya.
Chen Shih-chung mengatakan, “Semua pihak tengah memperbincangkan vaksin BioNTech. Kita masih memiliki harapan untuk memperolehnya, dan masih tertera dalam daftar kami.”
Juru bicara Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chuang Jen-hsiang (莊人祥) menyampaikan, Taiwan telah menandatangani kontrak dengan platform COVAX sebelumnya. Dan vaksin BNT ini juga terdaftar dalam COVAX. Dengan demikian, Taiwan dapat memperoleh vaksin tersebut melalui platform COVAX.
Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, penanggulangan pandemi di Taiwan telah memperlihatkan hasil yang positif. Meski demikian, Taiwan masih tetap memerlukan vaksin, sebagai langkah ampuh untuk menghentikan penyebaran virus korona.
Di lain pihak, Taiwan juga terus berupaya untuk mengembangkan penelitian dalam negeri. Selain itu, Taiwan juga telah menegosiasikan dan menandatangani perjanjian dengan negara atau tim vaksin asing, dengan harapan dapat segera menghadirkan obat penawar COVID-19 di dalam negeri.