(Taiwan, ROC) --- Taiwan kembali tidak diundang dalam perhelatan Sidang Majelis Kesehatan WHA, yang digelar kembali pada tanggal 9 November 2020 kemarin. Namun demikian, suara dukungan untuk Taiwan kian terdengar lantang.
Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, dukungan bagi Taiwan untuk hadir dalam Sidang WHA tidak hanya didapat dari negara yang menjalin hubungan diplomatik, melainkan dari negara-negara besar lainnya.
Tetapi otoritas RRT (Republik Rakyat Tiongkok) mempolitisi, serta menghalangi upaya Taiwan dalam berkontribusi bagi pencegahan pandemi.
Langkah-langkah RRT tersebut dinilai hanya akan membangkitkan banyak kecaman dari negara-negara lain.
Sidang Majelis Kesehatan WHA untuk tahun 2020 kembali dilanjutkan pada 9 November 2020 kemarin. Pada bulan Mei silam, 14 negara sahabat sudah mengirimkan surat kepada Sekjen WHO yang berisikan dukungan agar Taiwan disertakan sebagai pengamat dalam Sidang WHA.
Tetapi sayangnya, hingga hari ini Taiwan tidak menerima satu pun undangan. Hal ini juga kian membangkitkan dukungan dari negara lainnya untuk membantu menyuarakan Taiwan.
Menanggapi hal di atas, Perdana Menteri saat ditemui di Yuan Legislatif menyampaikan, dukungan yang datang untuk Taiwan kali ini tidak hanya berasal dari negara diplomatik, tetapi juga dari negara lainnya.
Kesehatan tidak mengenal batas apa-pun. Penanggulangan pandemi sudah sepatutnya merangkul komunitas global. Cepat atau lambat, sikap RRT akan membangkitkan kemarahan dari negara-negara lainnya.
Su Tseng-chang mengatakan, "Dengan kekuatan politik, RRT menghalangi kontribusi Taiwan untuk berbagi akan pengalaman pencegahan penyebaran epidemi, yang selama ini telah berhasil dijalankan oleh Taiwan. Ini tidak hanya menindas Taiwan, melainkan telah menghancurkan dunia, karena telah membuat celah dalam penanggulangan pandemi. Perbuatan yang dilakukan RRT tersebut, hanya akan membuat semakin banyak negara menentang mereka."
Di lain pihak, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) - Chen Shih-chung menyampaikan, bahwa Taiwan harus bekerja lebih giat lagi, agar diundang dalam Sidang WHA.
Menanggapi otoritas RRT yang dicemaskan akan memperluas langkah mereka untuk mereunifikasi dan mempersatukan Taiwan, PM menyampaikan bahwa otoritas Beijing tidak pernah menyerah untuk melancarkan gangguan militernya ke Taiwan.
Di lain pihak, kewaspadaan warga Taiwan terhadap hal ini kian meningkat. Dan semakin banyak orang yang sadar jika Taiwan adalah negara yang merdeka dan berdaulat.
Perdana Menteri menambahkan, melalui pencegahan pandemi yang selama ini diterapkan, membuat semakin banyak warga paham, jika pemerintah selalu berada di pihak yang sama dengan rakyatnya. Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjamin kesehatan warganya dan menggagalkan upaya RRT untuk mempersatukan Taiwan.
Dan tidak dapat dipungkiri jika masih ada sebagian suara yang mendukung persatuan Taiwan dengan RRT. Namun dirinya percaya, bahwa suara tersebut akan tertutupi oleh dukungan mayoritas warga Taiwan yang mengedepankan prinsip negara merdeka dan berdaulat.