(Taiwan, ROC) -- Berita pembunuhan mahasiswi asing asal Malaysia yang tengah menempuh studinya di Universitas Kristen Chang Jung (CJCU) santer terdengar di Taiwan belakangan ini.
Biro Kepolisian Pemerintah Kota Tainan menyampaikan, keluarga korban dijadwalkan akan menghadiri upacara persemayaman putri mereka di rumah duka pada Selasa pagi (3/11).
Sehabis itu, mereka juga dijadwalkan akan hadir dalam upacara peringatan yang digelar oleh pihak sekolah pada Selasa sore dan akan terbang kembali ke Malaysia pada Rabu besok (4/11).
Orang tua korban dipastikan tidak akan menemui orang tua dari pihak pelaku.
Di lain pihak, orang tua pelaku sangat berharap dapat menyampaikan permintaan maaf langsung kepada orang tua korban.
Dalam konferensi yang digelar pada Selasa hari ini, aparat kepolisian Tainan menyampaikan, setelah mengikuti upacara persemayaman, kedua orang tua korban akan mengikuti kegiatan makan malam di CJCU, sebelum menuju ke salah satu penginapan di Taoyuan untuk bermalam.
Mereka selanjutnya dipastikan akan kembali terbang ke Malaysia pada Rabu pagi (4/11).
Pihak CJCU menyampaikan, upacara "Memorial Ceremony" akan digelar di koridor yang menghubungkan perpustakaan dengan sisi kanan gedung administrasi pada pukul 14:50.
Anggota keluarga korban dipastikan tidak ingin diwawancarai. Rencana perjalanan sebelum dan sesudah upacara "Memorial Ceremony" bersifat pribadi, serta tidak bersedia diungkapkan ke hadapan publik.
Seorang mahasiswi asing asal Malaysia menjadi korban pembunuhan pada tanggal 28 Oktober 2020 malam pekan lalu. Awalnya, sang pelajar tersebut hendak kembali ke kediamannya. Dalam perjalanan menuju ke asrama CJCU, mahasiswi bermarga Zhong tersebut dicegat oleh pelaku di jalan setapak yang teretak di bawah jembatan rel kereta api Shalun.
Mahasiswi tersebut dicekik dengan menggunakan tali dan dipaksa masuk ke dalam mobil oleh pelaku. Siapa yang menyangka jika cekikan tersebut akhirnya menghilangkan nyawa sang korban. Nahasnya, pelaku kemudian membuang jasad korban ke area pegunungan yang terletak di Distrik Alian Kota Kaohsiung.
Tidak lama berselang, pelaku pun ditangkap dan langsung ditahan oleh petugas kepolisian setempat.