History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lee Chung-wei: Penempatan Kapal Besar Mengusir Kapal Pencuri Pasir dari Daratan Tiongkok

  • 28 October, 2020
  • 曾秀情
Lee Chung-wei: Penempatan Kapal Besar Mengusir Kapal Pencuri Pasir dari Daratan Tiongkok
Lee Chung-wei: Penempatan Kapal Besar Mengusir Kapal Pencuri Pasir dari Daratan Tiongkok

(Taiwan, ROC) Sejumlah besar kapal penyedot pasir Tiongkok pada beberapa hari yang lalu mengepung pulau Matsu, dan memicu diskusi para warga. Pada tanggal 27 Oktober, Administrasi Patroli Laut Taiwan telah memberangkatkan kapal Xinbei, dan kapal patroli Matsu untuk melakukan penegakan hukum terhadap kapal-kapal pemompa pasir ilegal Tiongkok yang saat itu berada di wilayah yurisdiksi Taiwan.

Ketua Komite Bidang Kelautan, Lee Chung-wei, pada hari ini, Rabu (28/10), dalam wawancara dengan Komite Urusan Internal Yuan Legislatif membeberkan, ada dua kawasan panas untuk pertambangan pasir ilegal, yang pertama yakni di pantai Taiwan yang berada di Qimei, Kabupaten Penghu, dan yang lainnya adalah antara Matsu Nangan dan Juguang. Administrasi Patroli Laut memiliki dasar penegakan hukum yang berbeda di kedua daerah ini. Lee Chung-wei mengemukakan, Matsu berada dekat dengan perairan Daratan Tiongkok, Administrasi Patroli Laut Taiwan melarang keras kapal penyedot pasir untuk masuk, jika ada yang masuk maka akan segera diusir. Pada waktu yang bersamaan, Administrasi Patroli Laut juga akan memprioritaskan penempatan kapal baru ke kawasan panas tersebut, untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan penegakan hukum.

Lee Chung-wei mengatakan: “Kami berharap agar dapat mengerahkan kapal-kapal besar ke kawasan yang cenderung sering terjadi penambangan pasir kerikil ilegal, sehingga bisa lebih lama menguasai keamanan perairan laut, serta memiliki kekuatan penegakan hukum yang lebih besar. Saat ini kami telah meminta armada laut untuk menyesuaikannya. Sejak kemarin lusa, sudah ada kapal berberat 1000 ton keatas yang telah dikerahkan untuk menegakkan hukum di kawasan Matsu. Kedepannya akan terus mengerahkan kapal-kapal besar, agar bisa lebih efektif dalam menghalau dan menghentikan insiden penambangan ilegal terjadi.”

Lee Chung-wei membeberkan, Administrasi Patroli Laut sedang menyesuaikan unit yang terkait, berharap dapat ditempatkan di pelabuhan khusus patrol laut Matsu. Dengan ini Kapal-kapal besar dapat berhenti di dermaga Matsu untuk waktu yang lama, serta dapat lebih efektif dalam melakukan penegakan hukum kapal penambang pasir ilegal. Beliau juga menyatakan, kapal penambang pasir tersebut telah merusak ekologi laut, merupakan masalah yang sangat serius, Administrasi Patroli Laut akan terus menegakkan hukum dan menerapkan kelestarian laut Taiwan.

Komentar

Terbarumore