(Taiwan, ROC) -- Agenda tahunan yang disebut sebagai Nobel Prize untuk mahasiswa, sebuah kompetisi yang diinisiasi oleh Hult Prize Foundation, kembali digelar. Tema tantangan untuk Hult Prize 2021 adalah Food for Good: Transforming Food into a Vehicle for Change. Mahasiswa-mahasiswa dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia ditantang untuk memikirkan kembali tentang rantai pengolahan produksi, distribusi, dan konsumsi makanan secara global.
Berupaya untuk mengulang kembali kejayaan Taiwan dalam kompetisi serupa pada 2015, melalui kemenangan salah satu tim bernama IMPCT dari National Chengchi University-Taipei. Kala itu, mereka berhasil terpilih sebagai pemenang di Hult Prize 2015, mendapatkan 1 juta US Dollar sebagai pendanaan Start-Up, serta diperkenalkan sebagai salah satu dari perusahaan-perusahaan yang mengubah dunia pada agenda the Clinton Global Initiative. Sebagai salah satu dari tiga kampus terbaik di Taiwan, National Chiao Tung University (NCTU) tidak ingin kehilangan momentum. Berkat dukungan yang diperoleh dari NCTU Global MBA, NCTU Center of Academia and Industry Collaboration, dan beberapa sponsor lain, 13 orang mahasiswa dari Taiwan, India, Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina yang terdiri dari beberapa departemen berbeda mencoba menginisiasi kompetisi Hult Prize di lingkup kampus NCTU (Hult Prize at NCTU) untuk pertama kalinya. Anggota dari kepanitiaan Hult Prize at NCTU telah melakukan berbagai cara untuk mempromosikan kompetisi ini sejak akhir bulan lalu. Tak hanya lewat media sosial, mereka juga mengadakan kelas khusus untuk memperkenalkan kompetisi ini kepada mahasiswa NCTU dari berbagai departemen.
Pada tanggal 22 Oktober 2020 mereka membawa hype dari Hult Prize kepada para mahasiswa lewat kolaborasi dengan NCTU Start-Up Lab., yang bertempat di ruangan CY 703, gedung CPT, NCTU. Agenda sosialisasi tersebut juga disiarkan secara live melalui fan page Facebook (facebook.com/hpnctu/) dana kun Instagram (@hultprizenctu). Lebih dari 50 orang mahasiswa dari berbagai negara dan departemen hadir dan mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan sosialisasi di kelas yang digelar saat jam makan siang terdiri dari empat agenda utama, yang pertama adalah perkenalan secara umum tentang Hult Prize, dilanjutkan dengan penjelasan terkait linimasa Hult Prize at NCTU sejak pendaftaran, seleksi, hingga presentasi akhir. Selanjutnya, ada sesi brainstorming untuk menggali ide. Mahasiswa yang hadir dibagi menjadi berbagai kelompok-kelompok kecil dan dibekali dengan kertas berukuran A3 dan spidol warna-warni untuk menuangkan konsep mereka. Dan pada akhir sesi, mereka diminta mempresentasikan konsep mereka secara ringkas dan jelas. Harapannya para mahasiswa NCTU bisa berpartisipasi dan mendaftarkan diri di kompetisi Hult Prize at NCTU. Untuk informasi lebih lanjut tentang Hult Prize at NCTU bisa ditemukan di laman web kami http://www.hultprizeat.com/nctu-taiwan/.
Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha (@ozhahernandha) Doctoral student in Department of Materials Science and Engineering, College of Engineering, National Chiao Tung University, Hsinchu, Taiwan. Judge Coordinator and Campaign Committee of Hult Prize at NCTU