(Taiwan, ROC) Dikarenakan kecamuk COVID-19, Pameran Pendidikan Tinggi Taiwan di Filipina untuk pertama kalinya dilakukan secara online, meski demikian pameran kali ini telah menarik perhatian sebanyak 66 perguruan tinggi dan universitas di Taiwan, merupakan jumlah partisipasi sekolah terbanyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pameran Pendidikan Tinggi tahun ini telah menyiapkan fungsi pencarian yang mudah, yang memungkinkan pelajar Filipina untuk mencari informasi sekolah yang relevan berdasarkan minat, keahlian, atau kota kabupaten yang ingin mereka kunjungi. Mereka juga dapat mengajukan pertanyaan secara online, dan pihak sekolah akan memiliki petugas khusus yang menjawab pertanyaan tersebut.
Kepala Seksi Departemen Pendidikan Internasional dan Lintas Selat, Lin Xin-bei pada hari ini (13/10) mengemukakan, menurut perhitungan awal dari Taiwan Education Center of the Philippines (TEC-Philippines) selaku pihak penyelenggara, jumlah pengunjung pameran online melebihi 11.000 orang, dengan jumlah comment sekitar 1000 pesan.
Lin Xin-bei menyatakan,“Menurut isi pesan komentar dari para siswa, sebagian besar siswa tertarik untuk melanjutkan studi ke jenjang S1. Bidang yang paling diminati, yakni: Bisnis, Pariwisata serta pembelajaran bahasa Mandarin. Selain itu, bagian yang sangat diperhatikan oleh para siswa adalah apakah dari pihak sekolah ada menyediakan pelajaran dalam bahasa inggris, beasiswa, serta informasi terkait lainnya tentang kursus bahasa Mandarin”
Menurut statistik dari Kementerian Pendidikan, pada tahun 2019 terdapat 2.311 pelajar Filipina yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan universitas dalam negeri, telah bertambah sebanyak 608, atau telah meningkat sebanyak 35.7%, dibandingkan dengan tahun 2018 yang berjumlah 1.703 orang. Direktur Departemen Pendidikan Internasional dan Lintas Selat, Andy Cheu-An Bi mengemukakan, bahwa masing-masing sekolah di Taiwan telah secara aktif menerapkan berbagai langkah ataupun tindakan pencegahan pandemi sesuai dengan kebijakan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), untuk menyediakan siswa dengan lingkungan belajar yang aman. Dan berkat upaya dari semua pihak, Taiwan telah mendapat pengakuan dunia internasional dalam hal efektivitas pencegahan pandemi. Kementerian Pendidikan berharap, pameran pendidikan tinggi online ini dapat membangun platform hubungan pendidikan untuk Taiwan dan Filipina, selama wabah pandemi masih berlangsung.
Kementerian pendidikan menyebutkan, bahwa tahun ini akan terus menambah jumlah beasiswa Taiwan untuk pelajar Filipina. Pada tahun ajaran ini telah menyediakan kuota beasiswa sebanyak 20 orang, 3 kali lebih banyak dibandingkan dari tiga tahun yang lalu, demi menyambut pelajar-pelajar Filipina untuk daftar dan menempuh pendidikan di Taiwan.