(Taiwan, ROC) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi dinyatakan tertular COVID-19, dan hal ini juga turut memberikan pengaruh terhadap jalannya pemilu di Amerika tahun ini. Adapun berita tertularnya Donald Trump, sama-sama memberikan dampak terhadap kedua partai, baik Republik maupun Demokrat, asalkan ada sedikit kesalahan dalam penyelesaian masalah apapun, maka akan langsung kehilangan dukungan dari masyarakat, selain itu berat tidaknya kondisi penyakit Donald Trump, proses penyembuhannya juga akan turut mempengaruhi suasana pemilu.
Tim medis Gedung Putih menjelaskan jika kondisi Donald Trump baik, hal ini juga diakui oleh pejabat pelaksana administrasi Gedung Putih, Mark Meadows. Donald Trump memiliki gejala ringan, dan tetap melakukan aktivitas bekerja di Gedung Putih.
Meskipun isu yang dikeluarkan dari Gedung Putih bahwa kondisi Donald Trump hanya memiliki gejala ringan, dan tidak akan mempengaruhi agenda tugas publik. Akan tetapi, seiring dengan semakin mendekatnya waktu pemberian suara untuk pemilu presiden kali ini, maka tentu saja juga menjadi sebuah bom waktu yang berkemungkinan meledak pada saat pemilu digelar di Amerika.
Ada rumor yang menyebutkan jika ada sebuah kegiatan terbuka, dimana Presiden Donald Trump tengah memberikan pidato kepada khalayak umum, dan terlihat masih dalam kondisi sehat. Namun rumor tersebut juga menyebutkan jika sudah lebih dari 13 jam, Presiden Donald Trump tidak menciut di akun Twitternya, sehingga turut memberikan rasa khawatir kepada masyarakat umum.
Meskipun Presiden Donald Trump sakit, dan entah apakah berkondisi parah atau tidak, berbagai kegiatan kampanye yang akan digelar belakangan ini, semuanya telah dinyatakan berhenti atau diganti dengan sistim video konferensi. Ini juga pertanda bahwa Presiden Donald Trump kehilangan kesempatan penting terakhir untuk dapat langsung melakukan dialog dengan masyarakat, mencari dan mendapatkan dukungan suara dari rakyat.
Adapun debat presiden ke dua akan digelar pada tanggal 15 Oktober mendatang, berkemungkinan pula akan dihentikan, mengingat Donald Trump dalam kondisi dikarantina demi kesehatannya.
Setelah berita dirinya tertular terkuak, Presiden Donald Trump yang awalnya berupaya untuk menekan pemberitaan tersebut, namun setelah diketahui oleh pihak publik, banyak yang merasa tertipu dan memicu emosi warga, sehingga berkemungkinan membuat para pemilih yang awalnya berada dalam garis netral, kini lebih bercondong untuk memberikan dukungan kepada saingannya Joe Biden.
Namun di sisi lain, berita tertularnya COVID-19 ini juga turut akan memicu surat suara yang diberikan atas dasar simpati. Khususnya jika Presiden Donald Trump dapat benar-benar pulih, maka ini juga akan memberikan tanda kepada khalayak umum bahwa penyakit COVID-19 bukanlah penyakit yang mematikan, seperti rumor yang selama ini beredar di kalangan masyarakat.
Joe Biden yang sebelumnya menghadiri rapat debat sengit dengan Donald Trump, hingga kini hasil uji test berada dalam kondisi negatif. Hari Jumat tanggal 2 Oktober, melalui akun Twitternya, ia menciut menyatakan ucapan semoga lekas sembuh kepada Donald Trump, menunjukkan sikap suportif yang ada.