History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertemuan Pasutri Dosen dengan Wati “Keluarga Indonesia” saat Festival Pertengahan Musim Gugur

  • 30 September, 2020
  • 曾秀情
Pertemuan Pasutri Dosen dengan Wati “Keluarga Indonesia” saat Festival Pertengahan Musim Gugur
Pertemuan Pasutri Dosen dengan Wati “Keluarga Indonesia” saat Festival Pertengahan Musim Gugur

(Taiwan, ROC) -- Program “Mencari Bunda Kedua” yang diselenggarakan oleh Radio Taiwan Internasional (RTI) bekerja sama dengan berbagai media dan instansi kembali memberikan laporan yang mengembirakan! Pasangan suami istri Dosen Liao Zhen-fu, Huang Yu-wen dan anaknya Liao Heng-de yang saat ini tengah mengecap pendidikan di National Taiwan University ingin mencari Wati dari Indonesia yang merawatnya semasa kecil. Berkat dukungan dan bantuan dari teman-teman netter dalam dan luar negeri akhirnya dalam waktu satu hari sejak berita dirilis (pada hari Jumat lalu 25 September) sudah berhasil menemukan Wati. Dan pada tanggal 28 September kemarin pasutri dosen ini bisa menghubungi Wati dengan penuh kebahagian berbincang-bincang melepas rindu setelah selang 10 tahun lamanya, bahkan tanggal 1 Oktober, keluarga Liao akan melakukan video call dengan Wati untuk merayakan Festival Pertengahan Musim Gugur.

Pada Hari Guru (28 September) tahun ini, pasutri dosen Liao Zhen-fu dan Huang Yu-wen bisa mendapatkan hadiah yang paling istimewa dan yang dinanti-nantia yaitu dapat berhubungan dengan Wati, "keluarga Indonesia" yang hilang selama 10 tahun.

Huang Yu-wen, “Saya sangat gembira, saya menyampaikan rasa terima kasih, Wati  juga sangat terharu dan mengemukakan begitu melihat berita-berita yang ada, ia sangat terharu sekali mengetahui anak-anak masih ingat dengannya, Wati tidak menyangka kalau kami mencarinya seperti ini, dan saya mengatakan ‘tentu saja berusaha mencari kamu’, pada saat itu tiba-tiba kehilangan kontak membuat saya sangat khawatir!”

Wati mengatakan, “Karena waktu itu saya sangat sibuk, jarang menggunakan telepon makanya saya tidak menelpon Anda.”

Dosen jurusan literatur Taiwan dan studi kebudayaan transnasional National Chung Hsing University Liao Chen-fu dan istri, Huang Yu-wen, dosen jurusan keperawatan Central Taiwan University of Science and Technology pada April 2000 silam, merekrut Wati yang berasal dari Indonesia untuk bekerja di rumah mereka. Selama 3 tahun bekerja di rumah pasutri dosen ini, Wati juga membantu merawat putra mereka, Liao Heng-de dan Liao Heng-you. Setelah Wati pulang ke Indonesia, selama 17 tahun mereka tidak bertemu dan hampir 10 tahun lamanya mereka kehilangan kontak.

Huang Yu-wen mengatakan, “Kami semua sangat senang, saya berterima kasih padanya, dia juga terus mengucapkan terima kasih, kami berdua jadi saling berterima kasih. Lalu kami berdua berbincang-bincang banyak tentang masa lalu, saya juga berkata padanya, Heng-de dan Heng-you ingin mengajaknya makan roti kesukaannya dulu, Wati dengan tertawa gembira mengatakan, saya sekarang juga masih suka roti itu.”

Radio Taiwan Internasional pada tanggal 25 September lalu memberitakan kisah pasutri dosen yang mencari Wati, dengan keunggulan sebagai radio internasional kami menerjemahkan berita ini dalam berbagai bahasa seperti bahasa Indonesia, Inggris, Vietnam dan Thailand sehingga teman-teman RTI dan para netter mulai berusaha mencari dan pesan-pesan di medsos berdatangan, berkat pemberitahuan teman Wati yang menghubunginya, kemudian Tony yaitu salah seorang penyiar RTI siaran bahasa Indonesia dengan menghubungi Wati untuk memastikan apakah ia adalah Wati yang dicari. Yang lebih memngejutkan adalah Wati saat ini berada di Taipei, sejak tahun kemarin ia kembali datang untuk bekerja di Taiwan.

Wati mengatakan, “Saya sangat berterima kasih pada Bapak Liao dan istrinya Huang Yu-wen, saya benar-benar sangat berterima kasih padanya, saat pertama kali datang ke Taiwan saya baru baru berusia 18 tahun, mereka memberikan kepercayaan pada saya untuk bekerja di rumahnya, mereka menganggap saya sebagai salah satu anggota keluarga mereka, untuk itu saya sangat berterima kasih padanya, setiap kali pergi ke manapun, mereka pasti mengajak saya, saya benar-benar sangat berterima kasih padanya, terima kasih pada mereka.”

Saat membicarakan hal ini, Wati mengungkapkan dengan diiringi isak tangis tetapi juga dengan suara yang penuh kebahagiaan, mereka akan segera bertemu kembali. Liao Zhen-fu dan Huang Yu-wen mengatakan, saat BBQ bersama keluarga dalam rangka merayakan Festival Pertengahan Musim Gugur, saat berkumpul dengan kedua anaknya Heng-de dan Heng-you, mereka akan melakukan video call dengan Wati. Kemudian akan mencari waktu yang leluasa bagi Wati untuk bertemu dan makan bersama.

Huang Yu-wen mengatakan, “Wati lebih tidak leluasa datang ke Taichung, jadi mungkin kami yang akan ke Taipei, kami akan janjian untuk makan bersama, saya merasa sangat beruntung sekali! (wartawan: benar, bisa berhubungan via telepon di Hari Guru, berkumpul via video call di saat Festival Pertengahan Musim Gugur) Iya, benar, serasa seperti reuni sebelum tahun baru, perasaan di mana bisa menghubunginya.”

Wati mengemukakan, “Saya berharap dapat ke Taman Taichung, karena kami sangat senang bermain di sana, saya sangat suka ke sana karena tuan dan nyonya sering mengajak saya ke sana, dan lagi universitas tempat tuan Liao mengajak juga ada di sana.”

Majikan Wati yang sekarang ini juga sangat terkejut dengan proses pencarian ini, dan sekarang mereka sekeluarga juga berharap dapat bertemu dengan keluarga Liao.

Huang Yu-wen mengatakan, “Saya juga sempat berbicara dengan majikannya, saya mengatakan bahwa mereka sangat beruntung bisa mempekerjakan Wati, lalu mereka juga membenarkan perkataan saya, mereka merasa beruntung karena Wati sangat baik, kita semua merasa sangat beruntung.   

Program “Mencari Bunda Kedua” yang berlangsung sejak bulan Mei lalu, hingga saat ini telah berhasil mempertemukan 3 keluarga, berhasil mempertemukan “keluarga” Indonesia dan Vietnam yang datang bekerja di Taiwan, apabila Anda juga memiliki “anggota keluarga yang hilang” silakan bagikan kisah Anda secara online di https://bit.ly/2LqAAd3

Komentar

Terbarumore