(Taiwan, ROC) – Tentara Pembebasan Rakyat Daratan Tiongkok merilis sebuah video yang mendokumentasikan penembakkan 10 buah rudal secara bersamaan di kawasan perang bagian timur. Video diberi judul “Selalu siap untuk berperang”. Pihak media membaca video tersebut sebagai sebuah peringatan kepada Taiwan. Perdana Menteri Su Tseng-chang pada hari Jumat tanggal 25 September saat diwawancara oleh media di Yuan Legislatif menyampaikan bahwa setiap butir rudal adalah uang jerih payah keringat masyarakat, uang tersebut sepatutnya dipergunakan untuk merawat penduduknya. Jika digunakan untuk merusak perdamaian dalam kawasan, adalah hal yang sangat tidak layak. Su Tseng-chang menjelaskan meski pihak lawan menggunakan ragam cara untuk mengganggu Taiwan, seluruh warga Taiwan berada dalam satu perahu, dan pemerintah akan memastikan sikap dalam tugas melindungi keamanan negara.
Su Tseng-chang mengatakan, “Setiap butir rudal adalah uang keringat rakyat. Sebenarnya jika uang tersebut dapat digunakan untuk menjaga penduduk, adalah sebuah kewajiban negara, tanggung jawab pemerintah. Namun jika digunakan untuk mengancam perdamaian kawasan, adalah hal yang tidak layak. Siapapun lawan atau negara manapun yang tidak menghormati perdamaian kawasan, mengganggu Taiwan dengan ragam cara, seluruh rakyat Taiwan berada dalam satu perahu, pemerintah bersama dengan masyarakat memastikan diri akan melindungi keamanan negara, sehingga tidak perlu memboroskan uang pajak yang diberikan oleh rakyat.”
Kepala Kantor Perwakilan di Jepang, Frank Hsieh dan Kepala Kantor Perwakilan di Jerman, Shieh Jhy-wey, belakangan ini saat diwawancara oleh media dengan status sebagai Duta Besar, apakah ada peningkatan interaksi hubungan Taiwan dengan Jepang dan dengan Jerman. Su Tseng-chang menjelaskan bahwa Taiwan tengah berupaya keras mendapatkan pengakuan dunia internasional di berbagai bidang, entah apakah negara yang bersangkutan memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan atau tidak, maka setiap kepala kantor perwakilan yang diutus oleh Taiwan, akan semakin lebih diutamakan, termasuk dengan staf yang diutus. Selain itu, penyebutan nama status jabatan juga akan perlahan diubah menjadi Duta Besar atau mengubah nama penyebutan nama asal menjadi kantor perwakilan Taiwan. Su Tseng-chang berpendapat jika hal ini adalah sebuah bentuk perkembangan yang positif, serta merupakan hasil kerja keras semua pihak, dan mengharapkan setiap pihak dapat tetap bersemangat menjalani tugasnya.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Joseph Wu menyampaikan bahwa saat ini tidak berencana untuk membangun hubungan diplomatik dengan Amerika. Su Tseng-chang menjelaskan jika Taiwan berharap dapat memiliki lebih banyak sahabat dan juga ruang gerak yang lebih luas dalam hal diplomatik. Su Tseng-chang menyebutkan jika salam ada waktu dan peluang yang tepat, maka Taiwan tentu akan berupaya semaksimal mungkin, dan prinsip ini tidak pernah akan berubah.