(Taiwan, ROC) – Negara sahabat Haiti di kawasan Amerika Latin dan Nauru yang berada di Samudra Pasifik, menyuarakan Taiwan dalam hari ke tiga rapat debat umum PBB periode 75. Kementerian Luar Negeri pada hari Jumat tanggal 25 September menyampaikan bahwa Presiden Haiti Jovenel Moise mengucapkan terima kasih kepada Taiwan atas kontribusinya terhadap Haiti, sehingga mampu mengendalikan kondisi pandemi COVID-19 setempat, serta sekaligus mengutarakan “Kini adalah waktu dimana dunia internasional dapat mengakui keberadaan kedaulatan negara ini, bahkan dalam organisasi dunia internasional, khususnya PBB, juga sudah semestinya memiliki sebuah tempat”.
Berkenaan dengan pandemi COVID-19 kali ini, Presiden Nauru Lionel Rouwen Aingimea juga menyuarakan jika Taiwan adalah benar-benar sahabat, serta mengimbau PBB untuk dapat mewujudkan janji niat akan keluarga besar manusia, memastikan 23 juta penduduk Taiwan juga memiliki hak yang sama dengan penduduk negara lainnya. Ia menegaskan bahwa Taiwan memainkan peran penting selaku mitra partner pencegahan pandemi dunia. Kini semakin membutuhkan rasa toleransi dan kebersamaan dunia, guna menghadapi berbagai macam bentuk tantangan dunia lainnya.
Hingga saat ini ada negara Swadini, Paraguay, Palau, Kepulauan Marshall, Haiti, Nauru, dengan cara yang berbeda menyuarakan Taiwan dalam rapat debat umum PBB tahun ini. Sementara Honduras telah mengirimkan surat pernyataan dukungan untuk Taiwan kepada Sekretaris Jendral PBB pada bulan Agustus lalu. Berkenaan dengan dukungan untuk Taiwan dari negara sahabat lainnya, pihak MOFA menyebutkan jika kini masih terus melakukan pembahasan dengan negara terkait, selain dengan melalui pernyataan suara langsung, atau mengirimkan surat pernyataan dukungan bersama atau secara terpisah, maka isi yang terlampir dalam surat baru akan diumumkan kepada publik pada waktu yang tepat.
Selain itu, berkenaan dengan pernyataan Presiden Palau Tommy Remengesau, Jr. dalam rapat PBB yang menyebutkan jika pihaknya akan bekerja sama dengan Taiwan, mendorong program wisata aman, pihak MOFA menjelaskan jika Taiwan akan sangat mendukung program kerjasama dengan Palau, dengan tidak lupa untuk turut serta mempertimbangkan peraturan pencegahan pandemi yang tengah diberlakukan.