(Taiwan, ROC) Pesawat tempur Daratan Tiongkok berseliweran di Zona Identifikasi Pertahanan Udara sebelah barat daya Taiwan bahkan sampai melewati garis laut selat. Perdana Menteri Su Tseng-chang hari Rabu (23/9) ketika menerima wawancara menyampaikan, tidak ada orang yang ingin perang, karena akan merusak kestabilan masyarakat, ekonomi dan lainnya. Angkatan udara nasional meningkatkan kewaspadaan udaranya setiap kali pesawat tempur Tiongkok melintasi Taiwan, hal ini sangat boros. Diyakini bahwa hal ini tidak saja menjadi beban bagi Taiwan, tetapi juga menjadi beban berat bagi Daratan Tiongkok. Perdana Menteri Su Tseng-chang menyampaikan, Taiwan tidak pernah menganggu orang orang lain, tetapi selalu berupaya keras melindungi tanah ini, ia mengimbau Daratan Tiongkok membiarkan Taiwan berkembang dengan stabil yang mana hal ini juga akan lebih baik bagi Daratan Tiongkok.
Perdana Menteri Su Tseng-chang, “Taiwan tidak pernah mengganggu orang lain, tetapi Taiwan juga akan berupaya keras melindungi warga dan tanah ini. Kami berharap dan mengimbau Daratan Tiongkok untuk tidak menghancurkan kedamaian kawasan, dapat menjaga agar kedua belah Selat Taiwan saling berdamai, kami sangat berharap dapat membiarkan Taiwan berkembang, diyakini hal ini juga akan lebih baik bagi Daratan Tiongkok.”
Dalam bulletin “Military Review” Angkatan Darat Amerika Serikat edisi terbaru menyebutkan bahwa kapten Korps Marinir AS menyatakan, Tentara Pembebasan Rakyat semakin menguat. Intimidasi tidak bisa lagi menghentikan ambisi Tiongkok. Militer Amerika Serikat seharus kembali ke Taiwan untuk meningkatkan pencegahannya terhadap Daratan Tiongkok dan memberitahukan tekad melindungi Taiwan dari Amerika Serikat. Terkait hal ini, Su Tseng-chang mengemukakan bahwa pengoperasian militer Tiongkok di Laut China Selatan dan Selat Taiwan telah menyebabkan ketegangan internasional dan terganggunya perdamaian regional, ia menghormati pendapat semua pihak. Su Tseng-chang mengatakan bahwa Tiongkok bertanggung jawab atas perdamaian regional dan saat ini seharusnya lebih berfokus pada pencegahan pandemi.
Laporan media membeberkan, dampak dari pandemi COVID-19, pelaksanaan sidang APEC dilakukan secara virtual, Taiwan berupaya untuk dapat menghadirkan Presiden Tsai Ing-wen dalam rapat virtual ini. Terkait dengan hal itu dalam wawancaranya PM Su Tseng-chang menyampaikan, arahan pimpinan yang diambil oleh Presiden Tsai Ing-wen mendapat keyakinan dunia internasional, Presiden Tsai pasti dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada agar Taiwan dapat terlihat di mata dunia.