(Taiwan - ROC) Walikota Kota New Taipei, Eric Chu, mengumumkan membatalkan penerimaan masuk murid khusus sekolah, hal ini menjadi pembicaraan dari berbagai pihak. Eric Chu tanggal 15 menegaskan, yang ia pertimbangkan adalah demi anak, tidak ada pertimbangan politik, selain itu Eric chu juga telah membeberkan 3 arahan reformasi, serta membahasnya bersama dengan biro pendidikan kota Taipei dan kota Keelung, ia percaya dengan cara reformasi ini dapat membuat “selesai sekali test” bagi pelajar, tidak perlu berkelut dengan masalah penerimaan murid khusus wajib belajar 12 tahun.
Walikota kota New Taipei, Eric Chu yang mengkritik salahnya arah dari aturan wajib belajar 12 tahun, tahapan yang berantakan dan mengumumkan, tahun depan kota New Taipei akan membatalkan peraturan penerimaan masuk murid khusus, agar para murid dapat “selesai sekali test”, mempersingkat waktu penerimaan murid. Keputusan Eric Chu membangkitkan pemikiran yang berbeda dari berbagai pihak, ada yang mencurigai ia berseteru dengan pemerintah pusat, ada juga yang mengatakan demi calon walikota dari partai Kuo Min Tang (KMT), Lien Shen-wen.
Eric Chu tanggal 15 ketika diwawancarai mengemukakan, segala apa yang ia lakukan dan pertimbahan adalah demi kepentingan pelajar, sama sekali tidak ada unsur politik. Eric Chu mengatakan : Sebenarnya sama sekali tidak mempertimbangkan politik, alasan yang paling penting adalah karena kebetulan kemarin diumumkan gelombang ke dua tanpa test, selain itu pada bulan September – oktober sudah harus diumumkan cara penerimaan murid, ini juga juga harus dibahas, dan kemarin juga berlangsung rapat walikota, kalau dalam waktu sekarang ini tidak dibahas, tahun depan sudah terlambat.
Eric Chu menyampaikan, tahun ini peraturan penerimaan murid wajib belajar 12 tahun lebih komplikasi, menyulitkan orang tua murid dan murid, ia menganjurkan setelah penyortiran tulisan, pemberian informasi yang transparan dan pembentukan sukarelawan, dengan reformasi kemampuan seperti ini, sekolah menengah atas (SMA) ternama tidak perlu khawatir tidak medapatkan murid, dan murid juga dapat “selesai dalam sekali test”
Meskipun demikian, juga ada SMA ternama yang berharap dapat tetap terus menerapkan menyelenggarakan penerimaan murid khusus agar dapat mempertahankan keragaman penerimaan masuk sekolah. Kepala sekolah SMA Jian Guo, Hsu Jian-ce yang hadir dalam “seminar pembahasan system penerimaan murid” menyampaikan, perlu adanya penerimaan murid khusus, selain dapat mempertahankan keragaman penerimaan murid, juga dapat memberikan jaminan hak murid. Kecenderungan menerapakan penerimaan masuk khusus juga disampaikan oleh kepala sekolah Erl Zhong, Taichung, He Fu-tzai.