(Taiwan, ROC) --- Kanselir Jerman, Angela Merkel tidak menanggapi serius perihal ancaman yang dilancarkan oleh otoritas Beijing terhadap kunjungan Ketua Senat Ceko ke Taiwan. Ia hanya menyampaikan bahwa Uni Eropa memiliki mekanisme yang berbeda dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Pada tanggal 14 September 2020 kemarin, para pemimpin Uni Eropa menggelar pertemuan tingkat tinggi virtual. Di akhir pertemuan, seorwang wartawan mempertanyakan pendapat Angela Merkel terkait ancaman yang dilancarkan oleh otoritas RRT terhadap Ketua Senat Ceko, Milos Vystrcil, atas kunjungan bilateralnya ke Taiwan pada beberapa pekan lalu.
Angela Merkel menjawab, Eropa dan RRT memiliki sistem politik yang berbeda. Hal ini tentu akan membuat kedua negara memiliki pandangan yang tidak sama dalam melihat satu permasalahan.
Cita-cita Uni Eropa adalah mencapai paham "multipolaritas dunia". Meski kemajuannya tidak terlalu signifikan, ia tetap berupaya untuk berdialog dengan RRT. Dengan demikian, Uni Eropa dapat menyumbangkan kontribusi tertentu bagi dunia internasional.
KTT yang berlangsung pada tanggal 14 September 2020 tersebut, awalnya direncanakan akan digelar di Leipzig dengan mengundang 27 pemimpin Uni Eropa dan Presiden Xi Jin-ping.
Namun, di tengah masih berkecamuknya wabah COVID-19, pertemuan kali ini pun digelar secara virtual. Fokus KTT kali ini adalah menyelesaikan perjanjian investasi yang selama ini mandek di tahap negosiasi.
Angela Merkel merupakan politikus Jerman yang telah menjabat posisi Kanselir selama 15 tahun. Setiap tahunnya, Beliau dipastikan akan bertandang ke Republik Rakyat Tiongkok.
Awalnya, Angela Merkel menyampaikan bahwa pihaknya akan menghadapi isu RRT serealistis mungkin. Dalam kurun 15 tahun belakangan, ekonomi Negeri Tirai Bambu menjadi sangat kuat dan telah menjadi pesaing utama Uni Eropa di sektor teknologi.
Oleh karena itu, menjadi wajar bagi Uni Eropa untuk menuntut hubungan timbal balik dari RRT, terutama dalam menyelesaikan tantangan pasar perdagangan yang adil dan transparan.
Angela Merkel menekankan, Uni Eropa memiliki mekanisme yang berbeda dengan RRT. Oleh karena itu, dalam menjalin jalinan perdaganan dan investasi bilateral, kedua belah pihak harus bertumpu pada prinsip timbal balik dan persaingan yang sehat.
Pemimpin RRT, Xi Jin-ping juga telah menyatakan kemauan politiknya dalan menangani ragam perjanjian investasi. Oleh karena itu, Angela Merkel optimis dapat menyelesaikan negosiasi perdagangan sebelum akhir tahun tiba.
Menanggapi isu sosial seperti demo Hong Kong, etnis minoritas dan Hak Asasi Manusia (HAM), Angela Merkel menyampaikan, jika RRT memiliki perspektif yang berbeda dengan Uni Eropa.