(Taiwan, ROC) – Merujuk pada data informasi yang dikumpulkan oleh Media AFP, jika mengambil patokan waktu Greenwich, yakni tanggal 10 September pukul 11, atau waktu Taiwan tanggal 10 September pukul 7 malam, jumlah kasus meninggal akibat COVID-19 di seluruh dunia tercatat sebanyak 904.534 pasien, sementara jumlah kasus positif terinfeksi yang ada, telah mencatat angka sebanyak 27.915.770 orang.
Pandemi COVID-19 semula berawal dari Daratan Tiongkok pada bulan Desember, dan kini jumlah pasien yang telah pulih kembali, tercatat sebanyak 18.580.400 orang.
Hasil rangkuman yang dirilis oleh media AFP, adalah berasal dari data laporan yang diberikan langsung oleh instansi kesehatan negara masing-masing dan juga data informasi yang dikeluarkan oleh pihak WHO. Namun dikhawatirkan jumlah angka yang diumumkan tersebut, sebenarnya hanya jumlah sebagian untuk pasien yang tertular saja. Hal ini juga dikarenakan banyaknya negara yang hanya melakukan pemeriksaan tes uji bagi kondisi sudah berada dalam kategori akut.
Pada tanggal 9 September, dilaporkan penambahan kasus meninggal baru sebanyak 6.052 pasien di seluruh dunia, dan ada sebanyak 277.284 kasus positif terinfeksi baru yang ditemukan. Dari hasil laporan diketahui, jumlah kasus meninggal terbanyak ada di India, yakni mencapai 1.172 orang, sementara Amerika mencapai 1.170 kasus meninggal dan Brasil tercatat sebanyak 1.075 orang.
Hingga saat ini, Amerika masih dikategorikan sebagai negara pandemi berkondisi paling ganas, dengan jumlah total kasus meninggal dunia sebanyak 190.873 orang, ada 6.363.276 kasus positif terinfeksi dan setidaknya ada 2.387.479 pasien yang telah dinyatakan sembuh.
Sementara untuk kondisi negara lainnya, Brasil menempati posisi ke dua terparah, dengan mencatat sebanyak 128.539 kasus meninggal dunia dan ada 4.179.889 kasus positif terinfeksi. Selanjutnya diikuti oleh India, dimana tercatat ada 75.062 kasus meninggal dunia dan ada 4.465.863 kasus positif terinfeksi. Untuk Meksiko, tercatat sebanyak 69.095 orang yang meninggal dan tercatat sebanyak 647.507 kasus positif terinfeksi, dan Inggris ada sebanyak 41.594 kasus meninggal dunia dan ada 355.219 kasus positif terinfeksi.
Jika melihat perbandingan jumlah penduduk dengan kasus kematian, maka negara Peru adalah negara dengan tingkat prosentase tertinggi di dunia, dimana setiap 100 ribu orang, maka akan ada 92 orang yang tertular dan berbahaya bagi kesehatan. Selanjutnya diikuti oleh Belgia 86 orang, Spanyol 63 orang, Inggris 61 orang dan Bolivia ada 61 orang.
Jika melihat dari bagian kawasan, maka Amerika Latin dan perairan Laut Karibia, ada sebanyak 302.677 kasus meninggal dan 7.987.465 kasus positif terinfeksi. Sementara untuk kawasan di Eropa tercatat sebanyak 219.820 kasus meninggal dunia dan ada 4.333.865 kasus positif terinfeksi. Untuk kawasan Amerika dan Kanada, total tercatat ada sebanyak 200.068 kasus meninggal dan kasus positif terinfeksi tercatat ada sebanyak 6.497.353 orang.
Untuk kawasan Asia sendiri, tercatat ada sebanyak 110.197 kasus meninggal dan 6.118.176 kasus positif terinfeksi. Untuk kawasan timur tengah ada sebanyak 39.038 kasus meninggal dan ada 1.625.285 kasus positif terinfeksi. Untuk kawasan Afrika tercatat sebanyak 31.893 kasus meninggal dan 1.323.325 kasus positif terinfeksi, sementara di kawasan Oseania, tercatat ada 841 kasus meninggal dan 30.306 kasus positif terinfeksi.