History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perairan Taiwan Mengalami Krisis Pemutihan Karang, Green Peace Minta Aktifkan Pengurangan Emisi Karbon

  • 10 September, 2020
  • 鄭蕙玲
Perairan Taiwan Mengalami Krisis Pemutihan Karang, Green Peace Minta Aktifkan Pengurangan Emisi Karbon
Perairan Taiwan Mengalami Krisis Pemutihan Karang, Green Peace Minta Aktifkan Pengurangan Emisi Karbon

(Taiwan, ROC) National Oceanic and Atmospheric Administration(NOAA) mengumumkan pemutihan karang serius pada perairan Taiwan kawasan Utara-Selatan pada bulan Juli, Agustus, sehubungan dengan hal ini, organisasi Taiwan Green Peace pada hari Kamis ini (10/9) mengatakan, hal ini menunjukkan Taiwan menghadapi krisis pemutihan karang selama 20 tahun, maka mereka mengimbau agar pemerintah segera mengumumkan Taiwan dalam kondisi “iklim darurat”, serta aktif menerapkan pengendalian dan penurunan emisi karbon, dan transformasi penggunaan sumber energi. 

Green Peace mengumumkan NOAA sudah melaporkan kondisi perairan Taiwan dengan terumbu karang yang mengalami pemutihan karang (Bleaching Coral), dengan kondisi ditingkatkan menjadi Alert Level 2, hal ini menandakan perairan Taiwan menghadapi krisis Bleaching Coral berskala besar yang dapat mengakibatkan terumbu karang mati.

Direktur Analisa Kasus Khusus Green Peace Lena Chang lebih lanjut mengemukakakan, tim periset Green Peace pada tanggal 17-19 Agustus membuat dokumentasi pemutihan karang di perairan Kenting, semenjak tahun 1998, kondisi semakin parah dari tahun ke tahun. 

Lena Chang menganalisa, pada tahun ini serangan angin taifun lebih sedikit, menyebabkan suhu terus meningkat, sebagai contoh perairan Kenting, hasil pantauan mereka suhu mencatat di atas 28℃, bahkan ada yang menaik hingga 31℃, kondisi demikian akan merugikan pertumbuhan terumbu karang, jika terumbu karang musnah, maka dapat berdampak buruk pada ekosistem laut.

Green Peace mengatakan, perairan sekitar laut Taiwan sedang mengalami pemutihan karang secara serius, maka pihaknya mengimbau agar pemerintah segera mengumumkan kondisi “iklilm darurat”, saat bersamaan mempercepat penerapan transformasi penggunaan sumber energi, aktif mengurangi emisi karbon dan mengupayakan pengendalian skala kenaikan suhu laut berada pada 1.5℃ agar kehidupan terumbu karang di laut dapat berkesinambungan. 

Komentar

Terbarumore