(Taiwan, ROC) -- Sebelum sidang Persatuan Bangsa-Bangsa ke 75 digelar, 21 wilayah kota New York memberikan petisi mendukung Taiwan bergabung dalam PBB. Suara yang dilontarkan mengemukakan, Taiwan berhasil melakukan pencegahan epidemi. Apabila dapat berpartisipasi pada kegiatan, rapat dan lainnya dalam PBB maka dapat menjadi contoh bagi dunia, Taiwan dapat berbuat lebih banyak.
Sidang tahunan PBB akan digelar pada tanggal 15 September dan untuk debat umum akan berlangsung tanggal 22 September mendatang.
Tahun-tahun lalu, sebelum sidang digelar, komunitas Taiwan di kawasan Kota New York dan sekitarnya menyelenggarakan parade gabungan, tahun ini dipengaruhi dengan pandemi COVID-19 sehingga penyelenggaraan diubah menjadi penyampaian suara petisi untuk memberikan dukungan suara permintaan Taiwan dapat berpartisipasi dalam PBB.
Suara petisi yang dikeluarkan tanggal 7 September ini membeberkan, keberhasilan Taiwan dalam pencegahan pandemi, segala kebijakan dan fasilitas seperti kesigapan bertindak dan kecepatan informasi, serta memastikan warganya untuk memenuhi kepentingan pencegahan. Taiwan mulai memberikan bahan medis pada negara-negara lain dan bekerja sama dalam penelitian dan pengembangan obat-obatan, vaksin dan upaya memerangi wabah dengan negara-negara yang memiliki kesepahaman serupa.
Suara petisi menyampaikan, pandemi ini menyadarkan masyarakat dunia bahwa bagaimana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengabaikan Taiwan, tetapi Daratan Tiongkok masih “terus menindas Taiwan secara brutal” karena secara keliru mengutip Resolusi Majelis Umum PBB no. 2758.
Suara petisi menekankan, resolusi ini tidak ada hubungannya dengan perwakilan Taiwan di PBB. Taiwan bukanlah bagian dari Daratan Tiongkok. Presiden dan legislatif Taiwan adalah hasil pemilu langsung dari rakyat Taiwan, PBB harus menyadari bahwa pemerintah Taiwan dipilih secara demokrasi oleh rakyat sehingga hanya pemerintah Taiwan yang dapat mewakili 23,5 juta warga Taiwan dengan demikian Daratan Tiongkok tidak memiliki untuk berbicara dengan mengatas namakan Taiwan.
Tuntutan dari mereka yang turut dalam petisi ini adalah agar Daratan Tiongkok menghentikan tindakan menguasai dan mengendalikan PBB serta organisasi-organisasi terkait. PBB dan negara-negara anggota lainnya menghentikan diskriminasi atas keikutsertaan Taiwan dalam PBB. Selain itu PBB juga tidak seharusnya mengabaikan bahkan merampas akses rakyat dan media Taiwan dalam PBB karena takut dengan Daratan Tiongkok.
Petisi juga mengungkapkan, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, sanitasi dan penyediaan air bersih dan lainnya yang berkesinambungan yang telah menyampai target standar OECD. Taiwan sendiri telah banyak memberikan bantuan bagi benua Asia, benua Afrika, Amerika Latin dan lainnya dalam penyediaan sumber energi bersih, pengelolaan limbah dan pencegahan bencana alam serta lainnya, apabila dapat turut dalam kegiatan PBB, rapat dan organisasi internasional terkait lainnya tentu akan semakin yang dapat dilakukan oleh Taiwan.
Suara petisi ini disampaikan oleh 21 organisasi komunitas di Kota New York dan sekitarnya seperti Taiwanese American Council of Greater New York, Keep Taiwan Free dan lainnya, direncanakan akan mengelar press rilis dengan tema “Taiwan berpartisipasi dalam PBB” pada tanggal 9 September 2020.