(Taiwan, ROC) – Suhu udara tertinggi pada tiap-tiap tempat di Taiwan berada di atas 30 derajat Celsius, meskipun terbentuk beberapa taifun di sekitar Taiwan tetapi tidak memasuki Taiwan, sedangkan waduk Feicui yang menyediakan kebutuhan air bagi warga kota Taipei dan sekitarnya sekarang hanya tinggal setengahnya saja, hal yang sangat jarang di tinggi persediaan air di waduk ini tinggal 151 meter, penurunan yang menembus sejarah penurunan rata-rata tahunan. Selain itu penggunaan air warga juga mencatat sejarah tertinggi untuk 6 tahun terakhir hal ini karena adanya wabah COVID 19. Biro Waduk Fetcui menyampaikan, jumlah persediaan air yang ada masih dapat bertahan untuk persediaan air selama 3 bulan.
Kepala Biro Waduk Fetcui Taipei, Lee Yan-tsai mengemukakan, tidak ada angin taifun pada tahun ini, banyak waduk yang harus bergantung pada pemasukkan air dari datangnya taifun. Berdasarkan statistik curah hujan selama 6 bulan terakhir ini hanya tersisa 474 mm, angka ini menunjukkan tingkat curah hujan hanya 51% dari rata-rata curah hujan tahunan untuk periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, ini merupakan salah satu penyebab persediaan air waduk Fetcui tidak terlalu banyak tersisa.
Apakah akan terjadi kekurangan air? Lee Yan-tsai membeberkan, rata-rata tahunan tinggi air pada waduk Fetcui 153,25 meter dan pada tanggal 3 September 2020 kemarin muncul tingkat ketinggian hanya 151 meter yang mana hal ini sangatlah langka, bahkan sempat turun hingga 150 meter pada beberapa hari lalu. Kumulatif air waduk hanya tertinggal setengah saja, tetapi diyakini dengan pengaturan dan metode kerja dari Biro Waduk Fetcui, persediaan waduk dapat memenuhi kebutuhan air warga Taipei dan sekitarnya untuk tiga bulan berikut, diperkirakan hingga akhir November kebutuhan air warga Taipei dan New Taipei, meskipun demikian tidak dapat menjamin kebutuhan air selama setengah tahun berikut.
Wakil Ketua Sumber Air Alami Taipei, Chen Man-li menyampaikan, suhu udara musim panas tahun ini sangat tinggi, penggunaan air warga untuk Juli tahun ini mencapai 1,38 juta ton, bertambah 5,92% dibandingkan beberapa periode yang sama tahun-tahun sebelumnya. Dibandingkan dengan penggunaan air rata-rata tahunan bertambah sekitar 50 ribu ton, mencatat sejarah tertinggi untuk 6 tahun terakhir.
Chen Man-li beranggapan, unsur yang menyebabkan semakin banyaknya penggunaan air untuk tahun ini, selain pengaruh dari tingginya suhu udara, dampak dari pandemi COVID-19 juga menjadi salah satunya, tindakan utama pencegahan pandemi menekankan pada mengenakan masker mulut dan sering-seringlah cuci tangan, bahkan ada pakar yang mengemukakan bahwa sering cuci tangan lebih penting dibandingkan dengan memakai masker mulut, inilah yang menyebabkan meningkat drastisnya penggunaan air. Ditambah dengan tidak dipromosikan gerakan hemat air untuk tahun ini, karena mempertimbangkan kebersihan sangatlah penting dalam upaya mencegah penyebaran pandemi, tetapi bukan berarti kita menjadi boros.
Lee Yan-tsai menekankan, meskipun Waduk Fetcui dapat memberikan persediaan air hingga akhir November, tetapi warga juga harus mempertimbangkan ketidaknyamanan tanpa air, untuk itu ia mengimbau masyarakat kota untuk biasakan menghemat air, hargailah sumber air yang ada.