History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ada 970 Ribu Warga Hong Kong Turut Mendaftarkan Diri Dalam Tes Uji COVID-19 Massal

  • 05 September, 2020
  • 譚雲福
Ada 970 Ribu Warga Hong Kong Turut Mendaftarkan Diri Dalam Tes Uji COVID-19 Massal
Ada 970 Ribu Warga Hong Kong Turut Mendaftarkan Diri Dalam Tes Uji COVID-19 Massal

        (Taiwan, ROC) – Hingga hari Sabtu tanggal 5 September, ada sebanyak 978.000 warga Hong Kong yang melakukan pendaftaran guna mengikuti tes uji COVID-19 massal. Dari sekian pendaftar, telah ada 650 ribu orang yang telah diambil sampel cairan hidung dan mulutnya, dan hingga tanggal 4 September telah ditemukan ada 4 kasus positif terinfeksi.

        Kepala Departemen Teknologi dan Inovasi Alfred Sit Wing-hang pada hari Sabtu tanggal 5 September memberikan pendapatnya kepada pers dan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendaftaran terhadap warga yang hendak turut serta dalam tes uji massal tersebut, dan telah mencapai 90% peserta yang telah menyelesaikan pengambilan sampel uji. Sementara dalam pelaksanaan pengambilan sampel tersebut berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan yang baik dari pihak masyarakat.

        Pemerintah Hong Kong per tanggal 1 September mulai mengusung program tes uji massal menyeluruh untuk pandemi COVID-19 kali ini, dengan menempatkan sebanyak 140 titik lokasi pengambilan sampel yang tersebar di berbagai kawasan tempat di seluruh Hong Kong, sehingga akan memudahkan masyarakat dalam mengikuti tes uji massal tersebut.

        Adapun program tes uji massal ini awalnya diprediksi akan berlangsung selama 1 pekan, namun pada tanggal 4 September, instansi kesehatan setempat mengumumkan akan memperpanjang waktu pelaksanaan program selama 4 hari. Hal ini dikarenakan jika hingga saat ini masih banyak warga yang tidak bersedia turut serta dalam tes uji massal tersebut atau belum mendaftarkan diri.

        Pihak Beijing sendiri juga telah mengutus satuan medis dan kedokterannya ke Hong Kong guna turut memberikan bantuan pertolongan dalam proses pelaksanaan program tes uji massal tersebut.

        Bagi pihak yang lebih condong kepada pan demokrasi mengimbau warga untuk dapat memboikot aksi tes uji massal tersebut, karena diyakini jika program tersebut memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan unsur politik. Setelah insiden “Aksi penolakan UU Ekstradisi”, kubu pro demokrasi lebih bersikap tidak mempercayai berbagai program kegiatan yang diusung oleh pemerintah.

        Meskipun pemerintah Hong Kong tidak memberikan batasan atau target tentang jumlah peserta, namun diyakini jika hingga saat ini jumlah peserta yang mendaftar untuk turut serta dalam program tes uji massal tersebut masih jauh di bawah angka yang diharapkan.

Komentar

Terbarumore