(Taiwan, ROC) – Pejabat Kementerian Pertahanan dan Keamanan Amerika pada tanggal 4 September menyampaikan bahwa pemerintah Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan apakah akan memasukkan perusahaan SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation) asal Daratan Tiongkok ke dalam daftar hitam atau tidak.
Merujuk kepada pemberitaan yang diluncurkan oleh media Reuters disebutkan jika juru bicara Pentagon menyampaikan bahwa pihak Kementerian Pertahanan dan Keamanan Amerika kini tengah melakukan pembahasan dengan instansi lainnya, dan akan mengeksekusi perusahaan asal Daratan Tiongkok SMIC. Jika pemerintah Amerika hendak memasukkan perusahaan SMIC ke dalam daftar hitam, maka perusahaan Amerika yang menjadi penyuplai untuk keberlangsungan produksi perusahaan SMIC akan kesulitan dalam mendapatkan surat izin usaha.
Namun berkenaan dengan hal ini, pihak SMIC yang ditempatkan di Washington DC masih belum memberikan tanggapan apapun.
Hingga saat ini telah ada 275 perusahaan yang masuk dalam daftar hitam yang dikuasai oleh The End-User Committee, termasuk perusahaan Huawei, ZTE, Hikvision dan lain sebagainya.
Adapun perusahaan SMIC adalah perusahaan semi konduktor terbesar di Daratan Tiongkok, yang mana juga merupakan perusahaan semi konduktor terbesar nomor dua di dunia setelah perusahaan semi konduktor TSMC milik Taiwan.