(Taiwan, ROC) --- Dalam pertemuan dengan pihak sekolah guna menyambut tahun ajaran baru tahun 2020, Walikota New Taipei, Hou You-yi (侯友宜) menyampaikan, pembelajaran untuk kawasan Kota New Taipei harus sejalan dengan standar internasional.
Dalam pertemuan yang digelar pada tanggal 21 Agustus 2020 tersebut, Hou You-yi menyampaikan, pihaknya akan terus mempromosikan mata pelajaran dwi-bahasa, yang menjadi media penting dan juga mengimbangi tren global.
Dirinya melanjutkan, Kota New Taipei akan mengadopsi metode pembelajaran "Konten Pembelajaran dan Bahasa Terpadu" (CLIL), dengan demikian akan memungkinkan seluruh siswa dapat menerapkan penggunaan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat tercapai tujuan Kota New Taipei sebagai kawasan dwi-bahasa pada tahun 2030 mendatang.
Hou You-yi melanjutkan, jumlah populasi Kota New Taipei telah melebihi 4 juta warga dan merupakan pusat perkotaan terpenting di kawasan utara Taiwan.
Dirinya kembali menekankan akan pentingnya mempromosikan sektor pendidikan setempat, agar sejalan dengan tren dunia internasional.
Selain mengembangkan kemampuan akademik para siswa, "Kota Dwi-Bahasa" akan menjadi media bagi New Taipei untuk menjalin hubungan yang lebih akrab dengan dunia internasional.
Politikus Partai Kuomiontang (KMT) tersebut menambahkan, bahasa Inggris merupakan bahasa universal, dan sudah seharusnya bagi Kota New Taipei untuk mengadopsi metode pembelajaran CLIL. Dengan demikian, para siswa akan lebih berani dan memiliki peluang untuk menggunakan bahasa Inggris.
Untuk jangka panjang, penggunaan bahasa Inggris dalam sektor pendidikan dapat mewujudkan mimpi Kota New Taipei untuk menjadi kota dwi-bahasa pada tahun 2030 mendatang.
Hou You-yi mengatakan, "Pada tahun 2030, Kota New Taipei akan menjadi kota dwi-bahasa dan merupakan bagian dari kota metropolis dunia. Penerapan penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari akan membuat kita sejalan dengan dunia internasional. Kota Taipei akan menjadi kawasan dwi-bahasa yang menggunakan bahasa Inggris di mana-mana."
Hou You-yi melanjutkan, jumlah tenaga pengajar asing pada tahun 2020 akan mencapai 100 orang. Angka ini juga menjadikan Kota New Taipei sebagai kawasan pertama yang terbanyak dalam memperkerjakan guru asing.
Langkah selanjutnya adalah dengan menerapkan 5 strategi utama; meliputi sektor pembelajaran, kehidupan sehari-hari, pendidikan teknologi, karakteristik lokal dan teknik pengajaran yang bervariasi.
Di samping itu juga akan mengimplementasikan konsep pengembangan pendidikan dwi-bahasa yang komprehensif; meliputi mempromosikan pergelaran "Hari Bahasa Inggris", mengintegrasikan konsep digital dalam teknik pengajaran, memperbanyak kursus bahasa praktis, memperkenalkan karakteristik lokal dalam dwi-bahasa, dan menambah kuota untuk merekrut tenaga pengajar asing.
Ketua Biro Pendidikan untuk Kota New Taipei, Chang Ming-wen (張明文) menyampaikan, di masa mendatang setiap sekolah akan menetapkan fundamental pembelajaran dwi-bahasa yang bertumpu pada modul kurikulum bilingual dan memperdalam kompetensi profesionalitas para pengajar.
Dan yang terpenting adalah bagaimana menerapkan penggunaan dwi-bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menghadirkan konsep dan lingkungan pembelajaran dwi-bahasa yang mumpuni, dirasa dapat meningkatkan kemauan dan kemampuan bilingual para siswa.