(Taiwan, ROC) Presiden Donald Trump memuji pelopor Next Digital, Jimmy Lai Chee-ying(黎智英). Berbicara tentang sanksi yang dikenakan terhadap Hongkong, Donald Trump mengatakan, mengambil kembali insentif kepada Hongkong untuk merangsang ke perekonomian, ini dikarenakan kebebasan Hongkong yang terkekang.
Pihak Kepolisian Hongkong pada tanggal 10 Agustus pagi hari menangkap Jimmy Lai dan beberapa orang lainnya, menunjuk bahwa mereka terlibat dalam kekuatan asing berkolusi dan membahayakan keamanan nasional; aparat polisi membawa Jimmy Lai dan beberapa rekan kerja lainnya kembali ke kantor Next Digital untuk diinterogasi, kemudian membawa Jimmy Lai ke SaiKung Town dan memeriksa kapal pesiar kepunyaannya, pada tanggal 12 Agustus 2020 dilepas dengan jaminan.
Pada tanggal 19 Agustus 2020, Donald Trump dalam pers rilis di gedung putih menyampaikan, ia mendengar berita tentang orang Jimmy Lai yang hebat, pahlawan yang tidak diragukan, mengharapkan agar usaha Jimmy Lai dapat sukses. Walaupun Jimmy Lai dan Donald Trump saling tidaka mengenal, tetap Presiden AS merasa simpati dan sedih atas kejadian pada Jimmy Lai, beranggapan Jimmy Lai orang baik dan pemberani.
Mengenai kondisi Hongkong saat ini, Donald Trump mengatakan, pemerintah AS telah menghapus dana insentif dalam jumlah besar untuk Hongkong, beberapa dana ini menjadi faktor keberhasilan dalam transaksi dan bisnis Hongkong, namun saat ini pihak AS menarik balik, ini menandakan pihak AS akan ada semakin banyak bisnis yang akan dilaksanakan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS memberikan insentif dalam jumlah besar kepada Hongkong agar memungkinkan Hongkong bebas dan berhasil, tetapi saat ini sangat jelas kebebasan Hongkong yang terkekang, maka dari itu pihak AS menarik balik insentif yang diberikan untuk mendukung Hongkong, mencakup New York Stock Exchange dan NASDAQ.
Ketika pemerintah Beijing menekankan pelaksanaan UU Keamanan Nasional Hongkong, Donald Trump pada tanggal 5 Agustus mengemukakan, akan membatalkan perlakukan istimewa yakni pemberian insentif kepada Hongkong, mencakup pembatasan ekspor teknologi dan perjanjian ekstradisi. Saat bersamaan akan mengubah saran masukan perjalanan ke Hongkong, merespons pengawasan dari instansi pemerintah Daratan Tiongkok kian hari kian ketat serta risiko sanksi, serta menghapus Hongkong sebagai kawasan otonomi dari Daratan Tiongkok untuk perlakuan pengenaan tarif pajak mandiri dan kawasan wisata.
Setelah Undang-undang Keamanan Nasional Hongkong mulai diberlakukan pada tanggal 30 Juni, Presiden AS Donald Trump pada pertengahan bulan Juli mengumumkan penandatanganan Hongkong Autonomy Act yang disahkan oleh parleman AS dalam waktu singkat, menyetujui pelaksanaan ini dan menghentikan pemberian perlakuan istimewa untuk Hongkong.