(Taiwan, ROC) – Media Filipina, Philippine Daily Inquirer dan media Manila Standard, belakangan ini menayangkan artikel atau berita yang berhubungan dengan Menteri Luar Negeri Joseph Wu. Dalam berita disebutkan jika selain organisasi-organisasi NGO lainnya, Taiwan adalah salah satu negara yang turut memberikan bantuan masker medis kepada Filipina. Media Manila Standard memberitakan bahwa Joseph Wu menyampaikan jika Taiwan demi memberikan bantuan kepada pihak luar dalam menangani COVID-19, hingga akhir bulan Juni, telah menyumbang lebih dari 51 juta lembar kepada 80 negara di dunia, 1,16 juta lembar masker jenis N95, 600 ribu APB, 35 ribu thermometer suhu badan dan perlengkapan medis lainnya.
Joseph Wu menjabarkan jika PBB tanpa Taiwan adalah sebuah kerugian bagi kehidupan sosial masyarakat dunia. Dalam menangani kasus COVID-19, hubungan kerjasama yang ada antar negara juga semakin erat dibandingkan sebelumnya, sehingga turut menciptakan sebuah pembangunan di masa depan yang berkesinambungan. Taiwan yang telah siap sedia, bersedia untuk bersama-sama memberikan bantuan pertolongan.
Media Philippine Daily Inquirer merilis pernyataan dari Joseph Wu, meskipun pandemi COVID-19 telah mengoyak dunia, namun justru semakin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Taiwan yang selama ini dimarginalisasikan oleh WHO dan organisasi PBB lainnya, adalah sebuah bentuk ketidakadilan, bahkan pihak Daratan Tiongkok terus menerus meminta pihak PBB untuk dapat menolak keikutsertaan Taiwan dalam PBB berdasarkan keputusan nomor 2758.
Joseph Wu menjelaskan bahwa Taiwan bukan semata tidak merupakan bagian dari Daratan Tiongkok, karena Presiden dan Yuan Legislatif yang dimiliki oleh Taiwan terpilih langsung dari masyarakat. Selain itu, dalam masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, dengan memberlakukan berbagai larangan di kawasan perbatasan negara, juga menolak pernyataan yang disebutkan oleh pihak Daratan Tiongkok atau false claims. Ia menyebutkan dalam UU dasar PBB disebutkan jika perlindungan terhadap hak asasi manusia tidak boleh hanya sekedar tulisan dalam selembar kertas saja. PBB yang telah berdiri selama 75 tahun, disebutkan tidak ada kata terlambat bagi Taiwan, selama pihak PBB bersedia menerima kehadiran Taiwan.