History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Maskapai Penerbangan Cathay Pacific Membutuhkan Waktu Panjang Untuk Pulih Kembali

  • 14 August, 2020
  • 譚雲福
Maskapai Penerbangan Cathay Pacific Membutuhkan Waktu Panjang Untuk Pulih Kembali
Maskapai Penerbangan Cathay Pacific Membutuhkan Waktu Panjang Untuk Pulih Kembali

        (Taiwan, ROC) – Pandemi COVID-19 yang terus merebak di seluruh dunia, ada pakar ahli yang melakukan analisa jika beberapa maskapai penerbangan internasional, misalnya Singapore Airlines, Cathay Pacific, Hong Kong Airlines, membutuhkan masa waktu pulih yang cukup panjang untuk dapat kembali beroperasi secara normal pasca pandemi. Hal ini dikarenakan ke dua perusahaan pusat maskapai penerbangan terkait tidak berada di dalam kawasan yang membutuhkan penerbangan dalam negeri.

        COVID-19 yang terus merebak di seluruh dunia, hingga kini jumlah kasus positif terinfeksi telah menembus angka lebih dari 20,5 juta orang. Karena pandemi masih terus merajalela, maka banyak negara yang menutup perbatasan negaranya, guna menghindari masuknya penyakit dari luar negeri melalui kawasan perbatasan, sehingga turut serta membawa dampak buruk bagi usaha industri penerbangan.

        Media Amerika CNBC pada hari Kamis tanggal 13 Agustus waktu setempat memberitakan jika melihat data informasi catatan akutansi maskapai penerbangan Singapore Airlines dan Cathay Pacific, maka bisa dikatakan ke dua maskapai penerbangan mengalami kerugian yang sangat besar. Untuk maskapai penerbangan Cathay Pacific sendiri, pada paruh awal tahun ini telah mengalami kerugian sebanyak HK$ 9,87 milyar atau setara dengan NT$ 37,4 milyar. Sementara untuk maskapai penerbangan Singapore Airlines, pada kwartal pertama tahun ini telah mencatat angka kerugian sebesar S$ 1,12 milyar atau setara dengan NT$ 23,9 milyar.

        Perusahaan penganalisa bidang wisata, Cirium, ada seorang pakar yang mengemukakan jika kerugian yang dihadapi oleh kedua maskapai penerbangan tersebut, membutuhkan waktu pulih yang lebih lama dari yang dibayangkan usai pasca pandemi, karena kedua perusahaan tersebut tidak berada di kawasan yang membutuhkan pasar penerbangan dalam negeri, sementara jumlah pesawat dengan tujuan luar negeri masih sangatlah terbatas.

        Ada sebagian negara yang memang telah membuka kesempatan bagi warga asing untuk datang berwisata, namun tentu masih harus mengikuti protokol kesehatan yang diberlakukan, namun ada juga yang sama sekali tidak membuka pintu bagi wisatawan asing.

        Ada seorang pakar yang menyebutkan jika pasar wisata dalam negeri akan lebih mudah beroperasi kembali dengan normal, termasuk juga maskapai penerbangan asing yang memberikan pelayanan penerbangan untuk kawasan tujuan masih di dalam negeri, misalnya Daratan Tiongkok, Jepang, Indonesia dan lain sebagainya.

        Akan tetapi, hal ini berbeda dengan maskapai penerbangan Singapore Airlines dan Cathay Pacific yang lebih condong memberikan pelayanan untuk penerbangan luar negeri, sehingga diyakini pasar akan lebih sulit beroperasi kembali dengan normal.

Komentar

Terbarumore