History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perhelatan “Cybersec 2020” Resmi Digelar, Presiden Tsai: Keamanan Jaringan Informasi dapat Mempengaruhi Sistem Demokrasi

  • 11 August, 2020
  • 尤繼富
Perhelatan “Cybersec 2020” Resmi Digelar, Presiden Tsai: Keamanan Jaringan Informasi dapat Mempengaruhi Sistem Demokrasi
Perhelatan “Cybersec 2020” Resmi Digelar, Presiden Tsai: Keamanan Jaringan Informasi dapat Mempengaruhi Sistem Demokrasi

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 11 Agustus 2020, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menghadiri upacara pembukaan "Konferensi Keamanan Jaringan Informasi Taiwan 2020". Dalam kegiatan yang rutin digelar selama 11 tahun belakangan ini, Kepala negara menyampaikan, tantangan dari dunia luar dan tingkat ancaman kejahatan terus meningkat.

Oknum-oknum tersebut tidak hanya mencuri rahasia perusahaan dan hak kekayaan intelektual, melainkan juga telah mempengaruhi sistem demokrasi. Di lain pihak, otoritas Taiwan akan mempercepat pembentukan  instansi penanganan informasi digital.

Diharapkan instansi tersebut nantinya dapat memperkuat fungsi dari aplikasi yang dapat melindungi pertahanan di sektor industri strategis dan proyek pembangunan infrastruktur. Di samping itu, juga dapat membangun sistem pertahanan yang aktif dengan memusatkan penggunaan data, guna meningkatkan kekuatan nasional digital Taiwan dan membentuk sistem keamanan serta rantai industri yang terpercaya di dunia.

Perhelatan “Cybersec 2020” digelar hari ini di kawasan Nangang, Kota Taipei. Dalam upacara pembukaan yang berlangsung Selasa 11 Agustus 2020, Presiden Tsai Ing-wen pun membawa rombongan untuk hadir dalam perhelatan ini.

Dalam pidatonya, Kepala Negara menyampaikan, pertahanan informasi merupakan bagian yang sangat krusial. Presiden Tsai menekankan, kerja sama yang dibangun pemerintah dengan pihak swasta merupakan pencapaian terbaru dalam keamanan jaringan informasi data.

Namun, kekuatan asing dan kejahatan siber internasional diberitakan terus meningkat. Guna merespon hal tersebut, pemerintah Taiwan akan meningkatkan strategi jaringan keamanan informasi dan mengembangkan pasar digital Taiwan dengan memanfaatkan keterbukaan penggunaan jaringan media sosial.

Taiwan akan menerapkan prosedur pertahanan, guna melindungi hak kekayaan intelekual dan rahasia perusahaan. Pertahanan jaringan informasi merupakan bagian krusial dalam melindungi prinsip demokrasi.

Kepala Negara melanjutkan, pemerintah tengah mendorong empat tujuan utama; pertama adalah mempercepat pembentukan Kementerian Perkembangan Digital, guna meningkatkan kemampuan menyelesaikan permasalahan kritis serta mengiintegrasikan sektor informasi, keamanan, telekomunikasi, internet dan koneksi.

Kedua adalah memperkuat fundamental jaringan perlindungan di sektor perindustrian, serta menjadi yang terdepan dalam penerapan “kecerdasan buatan (AI)” dan aplikasi keamanan IoT. Dengan demikian dapat menjamin keamanan dari setiap penelitian atau pengembangan di sektor perindustrian.

Ketiga, memperkuat sistem perlindungan keamanan pemerintah dalam mengembangkan aneka proyek pembangunan infrastruktur dan menghentikan segala bentuk tindakan yang sifatnya hendak menyusup masuk atau ofensif.

Keempat adalah meningkatkan potensi pertahanan digital nasional.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Kami akan terus meningkatkan potensi digital Taiwan secara keseluruhan dan mengintegrasikan pengembangan aplikasi di era 5G. Serta aktif mempromosikan model kerja sama antar pemerintah dengan sektor swasta dan mitra internasional. Di masa mendatang, otoritas Taiwan akan menyelesaikan lebih banyak lagi pencapaian di sektor kerja sama, komunikasi dan pertukaran. Melalui pedoman-pedoman tersebut, Taiwan akan membangun industri keamanan informasi dengan memadukan potensi digital dan pertahanan nasional. Taiwan akan menjadi sosok yang memiliki jaringan keamanan informasi terpercaya di dunia.”

Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, pihaknya telah menggelar kerja sama dengan berbagai pihak untuk membangun pusat keamanan IoT, yang akan menjadi basis penting bagi layanan dan verifikasi pertahanan informasi di masa mendatang.

Kepala Negara juga berharap seluruh warga dipelosok tanah air dapat bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pentingnya unsur kemanan informasi. Dengan demikian dapat menjadikan Taiwan sebagai pusat perlindungan pertahanan informasi berkelas dunia, yang mengedepankan nilai mandiri, saling percaya, fleksibel dan kooperatif.

Komentar

Terbarumore