History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Amerika Mencabut Larangan Ke Luar Negeri dan Taiwan Dikategorikan Sebagai Berisiko Rendah

  • 07 August, 2020
  • 譚雲福
Amerika Mencabut Larangan Ke Luar Negeri dan Taiwan Dikategorikan Sebagai Berisiko Rendah
Amerika Mencabut Larangan Ke Luar Negeri dan Taiwan Dikategorikan Sebagai Berisiko Rendah

        (Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan kondisi pandemi COVID-19 d beberapa negara telah mulai mereda, Kementerian Luar Negeri Amerika pada hari Kamis tanggal 6 Agustus waktu setempat mencabut larangan bagi warga negaranya untuk melakukan kunjungan ke luar negeri. Akan tetapi pihak CDC setempat tetap menyarankan warganya untuk sebaiknya dapat menghindari perjalanan ke luar negeri jika tidak diperlukan, selain Taiwan, Greenland, Brunei dan total 20 negara lainnya dikategorikan sebagai negara tujuan dengan tingkat risiko rendah.

        Adapun jumlah total kasus positif terinfeksi COVID-19 di seluruh dunia, kini telah hampir mendekati angka 19 juta orang, pihak Kementerian Luar Negeri Amerika pada tanggal 6 Agustus mengeluarkan pernyataan bahwa pihak US Centers for Disease Control and Prevention atau yang dikenal dengan CDC, usai melakukan rapat negosiasi, barulah mengambil keputusan untuk mencabut larangan perjalanan yang berlevel empat.

        Sehubungan dengan kondisi pandemi COVID-19 yang terus merebak di berbagai kawasan di Amerika, Kementerian Luar Negeri Amerika pada tanggal 11 Maret mengambil keputusan untuk memberlakukan larangan wisata skala tiga, yang mana sebelumnya jarang dilakukan, yakni mengimbau warga Amerika untuk mempertimbangkan kembali kegiatan perjalanan ke luar negeri atau Reconsider Travel.

        Dalam waktu tidak sampai sepekan, pihak Kementerian Luar Negeri Amerika pada tanggal 19 Maret merubah kebijakannya dan menaikkan peringatan perjalanan ke luar negeri hingga ke level empat, yakni mengimbau warga untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri atau Do Not Travel.

        Ada sebagian negara yang kondisi pandeminya telah mulai mengalami perbaikan, namun ada juga yang semakin memburuk, oleh sebab itu pihak Kementerian Luar Negeri Amerika barulah mengembalikan kebijakan ke tahapan yang berlevel lebih rendah, dengan turut memberikan bantuan informasi terkait negara kunjungan, agar warga dapat mempertimbangkan risiko perjalanan dan mengambil keputusan dengan bijak.

        Dengan merujuk kepada kebijakan yang diumumkan oleh pihak Kementerian Luar Negeri Amerika, CDC pada tanggal 6 Agustus juga telah merubah data informasi berkenaan dengan negara tujuan yang disarankan memiliki risiko rendah. Namun masih tetap ada lebih dari 200 negara dan kawasan kunjungan, termasuk Daratan Tiongkok yang dikategorikan sebagai negara dengan kondisi pandemi COVID-19 level tiga, dan pihak CDC mengimbau warga sebaiknya tidak melakukan perjalanan ke luar negeri jika tidak urgensi.

        Selain itu, untuk negara tujuan seperti Thailand, Selandia Baru, Fiji dan total 7 negara lainnya, dikategorikan ke dalam status negara berisiko level satu. Pihak CDC mengimbau warga yang berusia lanjut, atau yang memiliki kemungkinan terjangkit COVID-19 dengan mudah, dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pihak medis kedokteran.

        Hingga saat ini, jumlah kasus positif terinfeksi di Taiwan ada sebanyak 477 orang, dengan 7 kasus kematian. Taiwan saat ini juga belum memberikan izin kunjungan warga asing dengan alasan wisata atau menjenguk teman, namun terbuka untuk alasan kunjungan lainnya dengan turut menyertakan hasil laporan tes uji negatif yang masih berlaku untuk durasi masa waktu 3 hari, serta menjalani masa karantina mandiri 14 hari usai tiba di Taiwan.

Komentar

Terbarumore