(Taiwan, ROC) Mantan Presiden Lee Teng-huei pada tanggal 30 Juli telah berpulang, Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Los Angeles semenjak tanggal 4 Agustus mengadakan acara mengenang yang mengambil tempat di pusat budaya Kantor Urusan Komunitas Overseas, salah satu petugas mengatakan, Lee Teng-huei adalah presiden pertama Taiwan yang dipilih oleh masyarakat, sangat merasakan kontribusinya terhadap demokrasi di Taiwan.
Kantor perwakilan Republik Tiongkok di Los Angeles pada tanggal 3 Agustus mengumumkan, semenjak 4-14 Agustus untuk pusat budaya Kantor Urusan Komunitas Overseas di Los Angeles dan Orange County mengadakan prosesi peringatan untuk mendiang Lee Teng-huei, untuk memudahkan warga perantauan maupun masyarakat AS untuk menyampaikan belasungkawa. Pada tanggal 4 Agustus pukul 10.00 pagi, prosesi peringatan mendiang Lee Teng-huei pertama kali dibuka di pusat budaya cabang Los Angeles, di depan foto mendiang Lee Teng-huei ada karangan bunga, dan beberapa kumpulan foto mendiang Lee yang menjadi koleksi dari perpustakaan pusat budaya diantaranya ada satu foto yang ditandatangani oleh mendiang Lee sendiri.
Dikarenakan pandemi COVID-19, pusat budaya juga tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, di pintu masuk dipasang kamera elektronik untuk mengukur suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer. Kantor Perwakilan setempat menyarankan agar para pelayat bisa menghubungi terlebih dahulu dan sepanjang prosesi wajib mengenakan masker mulut.
Direktur pusat budaya kantor perantauan Johny Chang(張皓鈞) yang baru menjabat belum genap satu bulan, saat diwawancarai menyampaikan visi tuhasnya adalah menghimpun “Kekuatan para perantauan Tionghoa dan memperkuat Taiwan”.
Ia mengatakan, Los Angeles dipenuhi dnegan kekuatan industri dan SDM, mengharapkan agar dapat memperkuat rantai industri Taiwan-AS, mempromosikan generasi muda Taiwan-AS untuk berkarya di perusahaan milik Taiwan Selama masa pandemi melaksanakan tugas diplomasi di AS, Johny Chang mengatakan, melaksanakan tugas dengan optimal dan menghadapi segala tantangan. Pada tahun 2010 pernah diutus di kantor perwakilan untuk Republik Dominika, menghadapi gempa di Haiti, turun ke lokasi kejadian untuk menyelamatkan duta besar, kemudian diutus ke kantor perwakilan untuk Vietnam juga pernah menangani masalah Sinofobia di Vietnam.