(Taiwan, ROC) – Mantan Presiden Lee Teng-hui yang telah berusia 98 tahun, pada hari Kamis malam tanggal 30 Juli pukul 7:24 diberitakan wafat di Rumah Sakit Veteran Taipei. Kementerian Dalam Negeri pada hari Jumat tanggal 31 Juli menyampaikan jika Presiden Tsai Ing-wen menginstruksikan semua instansi yang ada untuk dapat mengibarkan bendera setengah tiang pertanda turut bela sungkawa selama 3 hari berturut.
Jasad mendiang telah ditempatkan ke rumah duka setempat. Presiden Tsai Ing-wen juga telah meminta setiap jajarannya untuk dapat segera mempersiapkan dan memberikan bantuan yang sekiranya dibutuhkan, terkait prosesi pemakaman mendiang Presiden Lee Teng-hui yang akan dilakukan dengan tata cara skala tinggi. Sekretaris Jendral Istana Kepresidenan Su Jia-chyuan pada hari Jumat tanggal 31 Juli juga telah menggelar rapat pembahasan berkenaan dengan berita duka tersebut, serta sekaligus membentuk sebuah tim kecil khusus. Usai rapat, Juru Bicara Istana Kepresidenan Huang Zhong-yan menyampaikan bahwa altar untuk pemberian penghormatan terakhir akan ditempatkan di rumah duka Taipei, dan masyarakat umum dapat memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang mulai dari tanggal 1 Agustus pukul 10 pagi hingga tanggal 16 Agustus. Adapun pemberian penghormatan terakhir ini dikhususkan bagi masyarakat umum, dan tidak untuk pengerahan karyawan ataupun pekerja instansi tertentu. Huang Zhong-yan menjelaskan jika saat ini altar tengah ditata, selain itu juga akan memutarkan video rekaman serta pidato penting yang sempat dilakukan oleh mendiang, guna turut mengenang jasa mendiang terhadap Taiwan.
Pejabat Senior Istana Kepresidenan Huang Kun-fu yang tiba di lokasi pukul 11 pagi, terlihat turut membungkukkan badan pertanda hormat. Huang Kun-fu menjelaskan bahwa ia telah mendampingi mendiang Lee Teng-hui selama lebih dari 50 tahun, sehingga ia benar-benar dapat merasakan bahwa demokrasi Taiwan juga merupakan salah satu hasil kontribusi besar yang diberikan oleh mendiang, termasuk kebebasan dan juga tekad dalam menjaga kedaulatan bangsa. Dalam benak mendiang Lee Teng-hui hanya ada bersama dengan rakyat. Mendiang Lee Teng-hui tidak semata mendapat pengakuan dari masyarakat Taiwan, namun juga termasuk pengakuan dari negara Jepang, bahkan negara-negara di kawasan Eropa. Huang Kun-fu juga menyampaikan jika dirinya merasa kehilangan atas kepergian Lee Teng-hui, dan berharap setiap presiden yang menjabat, dapat mengikuti langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Lee Teng-hui dalam membangun Taiwan.