(Taiwan, ROC) – Wakil Kepala Rumah Sakit Suangho Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, Lin Yuh-feng menyampaikan, “Makanan dan minuman rendah protein” bagi penderita penyakit ginjal sudah pasti dapat mengurangi semakin memburuknya ginjal, tetapi karena “Makanan dan minuman rendah protein” rasanya lebih hambar sehingga sedikit penderita penyakit ginjal yang memilih penerapan makanan dan minuman rendah protein. Untuk itu Yayasan Pencegahan dan Perawatan Penyakit Ginjal secara khusus mengeluarkan resep “Makanan dan minuman rendah protein”, berharap dapat memberikan strategi terbaik bagi penderita.
Berdasarkan data Biro Asuransi Kesehatan Nasional dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan yang diumumkan beberapa hari lalu terkait 10 penyakit yang paling banyak menghabiskan uang, di mana pada urutan pertama adalah penyakit ginjal dengan total keseluruhan untuk biaya pengobatan sebesar 53,3 milyar dollar Taiwan. Wakil Kepala Rumah Sakit Suangho Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, Lin Yuh-feng tanggal 21 Juli lebih lanjut membeberkan, ada 920 ribu warga yang menderita penyakit ginjal di seluruh Taiwan, yang patut diperhatikan adalah ada 2 juta lebih warga yang menderita penyakit ginjal akut, yang kebanyakan adalah karena memburuknya fungsi ginjal.
Lin Yuh-feng menjelaskan, untuk menolong penderita penyakit ginjal akut agar tidak sampai masuk ke tahap cuci darah, kebanyakan dokter akan mengingatkan penderita yang telah memasuki tahap ketiga untuk membatasi asupan protein hingga sekitar 0,6-0,8 gram per hari dikarenakan asupan protein berlebihan akan menghasilkan limbah nitrogen yang mana ini menambah beban untuk ginjal
Lin Yuh-feng juga mengatakan, banyak makanan rendah protein terasa hambar saat disantap, sangat disayangkan kebanyakan warga tidak memperhatikan hal ini, padahal pengendalian asupan jumlah protein sangat membantu bagi penderita penyakit ginjal
Untuk itulah Yayasan Pencegahan dan Perawatan Penyakit Ginjal secara khusus mengelar kelas “Kantin penderita penyakit ginjal”, berharap melalui pengarahan dari koki professional bersama dokter gizi dapat menghasilkan makanan rendah protein yang lezat dan sehat. Sekjen Wu Yi-lian mengemukakan, mereka tidak hanya mengelar kelas memasak, menciptakan buku resep tetapi juga membuat video cara memasak agar penderita dapat mempraktikkannya di rumah. Yayasan Pencegahan dan Perawatan Penyakit Ginjal mengingatkan, asupan makanan dan minuman rendah protein juga harus diiringi dengan asupan kalori yang mencukupi baru dapat memenuhi kebutuhan gizi penderita, dengan demikian juga dapat mengendali kesehatan dan menjaga kualitas hidup pasien.