(Taiwan, ROC) – Dari data yang dikumpulkan oleh media AFP, dapat diketahui hingga tanggal 23 Juli pukul 7 malam waktu Taiwan, jika pandemic COVID-19 yang mulai merebak dari Daratan Tiongkok sejak Desember lalu hingga saat ini, telah mengakibatkan kematian terhadap sebanyak 627.307 orang.
COVID-19 sendiri juga telah mengoyak 196 negara dan kawasan, hingga kini juga telah tercatat ada sebanyak 15.253.270 orang yang positif terinfeksi, dan 8.535.200 di antaranya telah pulih kembali.
Media AFP merujuk kepada data statistik yang diberikan dari masing-masing negara dan juga dari pihak Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO, akan tetapi dikhawatirkan jika data angka yang dimiliki hanya sebagiannya saja, masih banyak negara yang hanya melakukan pemeriksaan uji coba test COVID-19 jika telah muncul gejala penyakit, atau yang telah berada dalam kondisi akut.
Pada tanggal 22 Juli, tercatat sebanyak 10.053 kasus meninggal dan 266.133 kasus positif terinfeksi. Merujuk kepada pemberitaan yang terbaru, jumlah kasus meninggal terbanyak adalah di negara Peru, yakni sebanyak 3.876 orang, kemudian disusul oleh Brazil sebanyak 1.284 orang dan India sebanyak 1.129 orang.
Dalam kurun waktu 24 jam, kondisi di Peru dilaporkan ada sebanyak 3.876 orang yang meninggal dunia, 188 kasus di antaranya meninggal pada tanggal 22 Juli, sementara 3.688 lainnya belum sempat dikalkulasikan ke dalam daftar jumlah kematian.
Amerika adalah negara dengan kondisi pandemi terburuk di seluruh dunia, hingga kini telah tercatat sebanyak 143.190 kasus yang meninggal dunia, dengan kasus positif terinfeksi sebanyak 3.970.908 orang. Dari sekian banyaknya, hanya 1.210.849 kasus yang telah pulih kembali.
Melihat keadaan negara lain yang juga mengalami kondisi pandemi buruk antara lain Brazil dengan sebanyak 82.771 kasus kematian dan 2.227.514 kasus positif terinfeksi, kemudian Inggris ada 45.501 kasus kematian dan 296.377 kasus positif terinfeksi, Meksiko tercatat ada 41.190 kasus meninggal dan 362.274 kasus positif terinfeksi, sementara Italia ada sebanyak 35.082 kasus meninggal dan 245.032 kasus positif terinfeksi.
Jika memperbandingkan jumlah angka kematian dengan jumlah penduduk, maka persentase kematian tertinggi berada di negara Belgia, dimana setiap 100 ribu orang, maka akan ada 85 orang yang meninggal karena COVID-19, selanjutnya disusul Inggris sebanyak 67 orang, Spanyol 61 orang, Italia 58 orang dan Swedia sebanyak 56 orang.
Sementara untuk kondisi di Daratan Tiongkok, tidak termasuk Hong Kong dan Makau, maka hingga saat ini telah dilaporkan sebanyak 83.729 kasus positif terinfeksi, untuk tanggal 22 Juli bertambah 22 orang. Kasus kematian ada sebanyak 4.634 orang, tidak terdapat penambahan kasus kematian baru, dan dilaporkan sebanyak 78.855 telah kembali pulih.
Untuk kawasan benua Eropa, tercatat sebanyak 206.714 kasus kematian dan 3.007.088 kasus positif terinfeksi. Untuk kawasan Amerika Latin dan perairan Laut Karibia tercatat sebanyak 173.867 kasus meninggal dan 4.057.096 kasus positif terinfeksi. Amerika dan Kanada, terdapat sebanyak 152.094 kasus meninggal dan ada 4.083.148 kasus positif terinfeksi. Untuk kawasan Asia sendiri, tercatat sebanyak 54.096 kasus meninggal dan 2.271.815 kasus positif terinfeksi. Untuk kawasan Timur Tengah jumlah kasus kematian mencatat angka 23.942 orang dan 1.048.030 kasus positif terinfeksi. Untuk keadaan di Afrika, ada sebanyak 16.432 orang meninggal dunia dan 771.160 kasus positif terinfeksi. Untuk keadaan di Oseania, terhimpun sebanyak 162 orang meninggal dunia dan 14.936 orang yang positif terinfeksi.