(Taiwan, ROC) – Pandemi COVID-19 terus mengganas dan mengoyak dunia. Presiden Amerika Donald Trump pada hari Kamis tanggal 23 Juli waktu setempat menyampaikan bahwa ada beberapa negara bagian yang memiliki kondisi pandemi yang sangat gawat, maka pengoperasian sekolah berkemungkinan harus diundur untuk beberapa pekan. Selain itu, maka semua sekolah di negara bagian lainnya sewajibnya untuk dapat segera beroperasi kembali pada musim gugur.
Presiden Donald Trump menyerukan pengoperasian kembali seluruh sekolah yang ada.
Berkenaan dengan hal ini, bagi negara bagian yang memiliki kondisi pandemi yang lebih ganas, maka keputusan waktu pengoperasian sekolah akan ditentukan oleh gubernur setempat, dan semua keputusan yang diambil harus disesuaikan dengan data statistik terkait pandemi yang sebenarnya.
Sejak pandemi COVID-19 mulai muncul dan merebak di seluruh dunia, termasuk Amerika, maka pihak sekolah Amerika telah menutup pengoperasiannya. Akan tetapi Presiden Donald Trumph bersikeras untuk meminta pihak sekolah agar dapat segera beroperasi kembali.
Sehubungan dengan harapan pengoperasian sekolah secara normal, maka setiap pejabat di negara bagian yang ada, telah meluncurkan berbagai kebijakan dan program terkait, termasuk sistem pembelajaran jarak jauh yang diprediksi akan masih terus berlangsung hingga akhir tahun ini.
Meskipun resiko penyerangan virus korona pada anak-anak tampaknya tidak terlampau tinggi, akan tetapi banyak pihak yang mengkhwatirkan jika para pelajar juga akan bisa menjadi tertular dari para guru atau petugas administrasi sekolah lainnya.
Dari jajak pendapat yang dilakukan oleh media Reuters, diketahui jika dari 4 orang Amerika, maka akan ada 1 orang berpendapat jika pembukaan sekolah kembali adalah hal yang aman ditengah mengganasnya pandemi. Sementara hasil jajak pendapat juga diketahui jika dari 10 orang tua, maka akan ada 4 orang tua yang lebih memilih untuk tetap menempatkan anak-anaknya di rumah dibandingkan masuk ke sekolah.
Hingga bulan Mei lalu, di Amerika telah terdapat lebih dari 1,42 juta kasus positif terinfeksi COVID-19, dan telah ada kasus kematian di 23 negara bagian di Amerika.