(Taiwan, ROC) --- Pemerintah Amerika Serikat tiba-tiba meminta otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk menutup kantor konsulat mereka di Houston Texas, Amerika Serikat. Kabar tersebut tentu kian memperparah situasi ketegangan antar keduanya.
Mantan duta besar Amerika Serikat untuk RRT, Winston Lord, percaya bahwa jika krisis diplomatik antar kedua negara terus memanas, maka hal tersebut dapat membangkitkan konflik militer antar kedua belah pihak di perairan Laut Tiongkok Selatan dan Selat Taiwan.
Saat ditemui dalam pameran dan konferensi internasional "Bio Asia-Taiwan 2020", Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, pemerintah akan terus mengamati perkembangan yang ada. Beliau melanjutkan, jika diperlukan pihaknya akan mengadopsi langkah tertentu.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, "Mengenai masalah antar Amerika Serikat dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), kami akan terus memantau perkembangan yang ada. Jika diperlukan, kami akan mengadopsi langkah yang sesuai. Seluruh proses ini tidak hanya akan mempengaruhi Amerika Serikat dan RRT. Situasi tersebut akan mempengaruhi banyak negara di kawasan kita. Ini sudah selayaknya menjadi perhatian kita."
Pada tanggal 21 Juli 2020, Amerika Serikat tiba-tiba meminta RRT untuk menutup Konsulat Jenderal di Houston, Texas. Departemen Luar Negeri AS menyampaikan, otoritas Negeri Paman Sam akan terus memperjuangkan untuk melindungi hak kekayaan intelektual dan informasi pribadi warga negara Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump bahkan mengancam untuk menutup seluruh konsulat RRT di Amerika Serikat. Pihak RRT juga menghardik keras dan mengancam akan melancarkan aksi balasan.