(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 7 Juli 2020, Presiden Brasil Jair Bolsonaro didiagnosis mengidap virus COVID-19. Ia juga harus menjalani 3 kali pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatannya terkini. Pada tanggal 21 Juli 2020, hasil pemeriksaan ketiga pun dirilis. Virus korona dipastikan masih berada di dalam tubuh Presiden Brasil ke-38 tersebut.
Pihak Istana Kepresidenan Brasil merilis pernyataan resminya yang menyatakan bahwa perkembangan kondisi kesehatan Jair Bolsonaro berangsur membaik. Pihak Istana pun belum memberikan pendapatnya perihal hasil pemeriksaan ketiga Presiden Jair Bolsonaro.
Jair Bolsonaro yang berusia 65 tahun merupakan golongan rentan tertular virus korona. Setelah diumumkan terinfeksi COVID-19 pada awal bulan Juli silam, dirinya memutuskan untuk bekerja dari kawasan kediaman Presiden dan tidak lagi menghadiri acara-acara publik.
Politikus sayap kanan Brasil tersebut mengatakan jika dirinya mulai mengalami gejala demam pada tanggal 5 Juli 2020. Kondisi kesehatan Beliau pun memburuk pada keesokan harinya.
Presiden Jair Bolsonaro menjalani pemeriksaan keduanya pada pekan lalu. Ia pun diminta untuk menjalani prosedur pemeriksaan (RT-PCR). Dari hasil pemeriksaan kedua tersebut, juga dipastikan jika dirinya masih mengidap COVID-19.
Pada tanggal 21 Juli 2020, Presiden Jair Bolsonaro kembali menjalani pemeriksaan ketiga. Ia pun berencana untuk terbang ke kawasan timur Brasil, Piaui, jika hasil pemeriksaannya negatif.
Namun sayangnya, rencana tersebut harus gagal setelah hasil pemeriksaan ketiganya kembali negatif.
Saat ini Jair Bolsonaro bekerja dari kediaman presiden. Penandatanganan dokumen resmi berlangsung melalui jaringan digital. Ia pun menghadiri rapat penting dengan memanfaatkan inovasi virtual, salah satunya adalah upacara pelantikan Menteri Pendidikan Milton Ribeiro.