(Taiwan, ROC) Setelah melalui rapat pertemuan yang berlangsung lebih dari 30 jam, pada hari Rabu ini (22/7) sidang pembacaan ketiga meloloskan hukum hakim sipil yang terdiri dari 113 pasal; ini merupakan reformasi dalam yuridiksi pengadilan nasional.
Pasal yang diputuskan diantaranya asalkan warga Taiwan yang genap berusia 23 tahun serta menetap di kawasan yurisiksi hukum lokal selama lebih dari 4 bulan, maka memenuhi syarat untuk dipilih sebagai hakim sipil; di masa mendatang hakim pengadilan yang terdiri dari 6 hakim sipil dan 3 hakim profesional untuk memberi putusan dalam sidang pengadilan, yang memutuskan hukuman untuk kasus kejahatan dengan hukuman teringan 10 tahun penjara atau kejahatan disengaja yang mengakibatkan kematian.
Dalam pembacaan tersebut juga menentukan bahwa presiden, wapres, veteran, polisi atau penguji hakim, dewan juri ujian pengacara tidak dapat dipilih sebagai hakim sipil. Untuk warga yang berusia genap 70 tahun, guru di sekolah negeri atau swasta, siswa pelajar, kondisi kesehatan fisik dan mental yang berkendala untuk menjalani tugas sebagai hakim sipil maka wajib menolak untuk menjadi hakim sipil. Sementara upah bayaran untuk hakim sipil adalah upah harian, biaya perjalanan dan biaya terkait lainnya, setiap kali sidang pengadilan akan mendapat upah harian 3.000 NTD, mendapat perlindungan hari libur nasional dan tidak boleh membocorkan rahasia sebagai hakim sipil.