(Taiwan, ROC) – Berdasarkan angka statistik yang diumumkan 14 Juli memperlihatkan, jika dibandingkan dengan kwartal kesatu, GDP kwartal kedua Singapura untuk tahun ini menyusut menjadi 41,2% mengoreskan penurunan tertinggi dalam satu kwartal. Selain itu juga selama 2 kwartal berturut ekonomi Singapura mengalami penurunan drastis. Ketergantungan yang sangat besar pada perdagangan sehingga perekonomian Singapura mendapat hantaman yang parah akibat dampak pandemi COVID-19.
Berdasarkan data statistik mengumumkan, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kwartal kedua tahun ini GDP Singapura turun sebesar 12,6%. GDP Singapura kwartal pertama tahun ini menyusut 0,7% berhubungan selama 2 kwartal berturut-turut mengalami pertumbuhan minus merupakan untuk perdana selama 10 tahun terakhir ini GDP Singapura mengalami penurunan.
Dalam penjelasannya Kementerian Perdagangan mengemukakan, alasan utama dari menurun drastis adalah karena wabah COVID-19 yang pada 7 April hingga 1 Juni menerapkan peraturan pembatasan ketat sehingga banyak usaha jasa dan tempat kerja yang terpaksa dihentikan, selain itu ekonomi global sendiri juga mengalami kepurukan sehingga kebutuhan ekspor juga berkurang, ini juga menjadi salah satu unsur.