(Taiwan, ROC) -- Untuk pencegahan jangan sampai penyakit kulit kasar sapi (Lumpy Skin Disease/LSD) Kinmen menyebar luar ke pulau Taiwan, selain melakukan desinfektan, Kepala Dewan Pertanian, Chen Chi-chung hari ini (14/7) menyampaikan, jangan sampai menyebar ke pulau Taiwan, nanti bisa tidak ada susu sapi untuk diminum, untuk itu telah membeli 10 ribu vaksin dan dalam kurun waktu 1 minggu dapat memberikan vaksinasi pada sapi-sapi yang memerlukannya.
Chen Chi-chung pagi hari tanggal 14 Juli ketika menerima wawancara khusus sebuah acara menyampaikan, harus memberikan laporan kasus penyakit LSD pada sapi ini pada World Organisation for Animal Health (OIE). Daratan Tiongkok pernah melaporkan muncul kasus LSD di Xinjiang pada OIE tahun lalu, tetapi penyebarannya hingga ke Fujian pada bulan Juni kemarin tidak dilaporkan, diperkirakan virus ini disebarkan oleh lalat yang menularkan hingga ke sapi di Kinmen.
Chen Chi-chung mengemukakan, beberapa tahun terakhir ini terlalu banyak wabah penyakit hewan yang disebarkan dari Daratan Tiongkok, seperti Asfivirus, Fall armyworm, Tembusu Virus Infection, Iridoviridae, flu babi dan lainnya, sekarang ada LSD yang telah menyerang 150 ribu ekor sapi, jangan sampai penyakit ini menyebar ke pulau Taiwan, terutama ke sapi perah yang akan mempengaruhi jumlah produksi susu dan nantinya tidak ada susu sapi yang dapat diminum.
Chen Chi-chung juga menyampaikan, karena sulit mencegah lalat berterbangan, untuk itu semua kapal, pesawat, dan semua alat transportasi dari Kinmen ke pulau Taiwan akan diperketat untuk melakukan desinfektan, dia akan melakukan inspeksi ke Kinmen besok.
Selain itu Biro Inspeksi dan Karantina Dewan Pertanian (Baphiq) menambahkan, penyebaran LSD terutama dari serangga nyamuk, lalat dan lainnya dengan masa inkubasi 28 hari, tingkat terkena penyakit 10 – 20%, tingkat kematian sekitar 1-5%, gejala penyakit seperti demam, susu yang dihasilkan sapi yang terkena infeksi akan menurun drastic. Meskipun virus ini bukan virus yang dapat tertular pada manusia, tetapi kualitas daging atau susu sapi yang terjangkit akan berkurang, sapi yang terserang virus ini juga menderita dan tidak ada nilai ekonomisnya.