History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Diprioritaskan Ikut dalam Daftar Negara Gelombang Kedua yang Diizinkan Masuk Ke Wilayah Jepang

  • 11 July, 2020
  • 尤繼富
Taiwan Diprioritaskan Ikut dalam Daftar Negara Gelombang Kedua yang Diizinkan Masuk Ke Wilayah Jepang
Taiwan Diprioritaskan Ikut dalam Daftar Negara Gelombang Kedua yang Diizinkan Masuk Ke Wilayah Jepang 圖:CNA

(Taiwan, ROC) --- Di tengah semakin melambatnya situasi penularan COVID-19, otoritas Jepang mulai melonggarkan ketentuan bagi pengusaha asing untuk bertandang ke sana. Sebelumnya Jepang telah merilis daftar negara gelombang pertama, yang diizinkan untuk berkunjung ke Jepang; meliputi Thailand, Vietnam dan 2 wilayah lainnya.

Guna untuk memperluas jumlah negara yang ada, Jepang dikabarkan akan merilis daftar negara gelombang kedua. Diperkirakan akan ada 10 negara yang akan masuk dalam daftar tersebut, termasuk Taiwan.

Di tengah masa pendemi, otoritas Negeri Matahari Terbit menutup pintu perbatasannya bagi 129 negara di dunia. Media Nikkei melaporkan, situasi penularan pandemi virus korona di Jepang diketahui mulai melambat. Sebelumnya Jepang juga sudah melonggarkan peraturan bagi pengusaha asing yang hendak masuk ke wilayah mereka. Negara-negara yang masuk ke dalam daftar gelombang pertama tersebut adalah Vietnam, Thailand, Australia dan Selandia Baru.

Daftar negara yang akan masuk dalam gelombang kedua berikutnya adalah Taiwan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Korea Selatan. Selain itu, Jepang juga akan mempertimbangkan untuk menyertakan kawasan yang memiliki relasi perekonomian erat dengan mereka, meliputi Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Myanmar, Kamboja, Laos dan Mongolia.

Otoritas Negeri Matahari Terbit dijadwalkan akan memulai negosiasi dengan negara-negara tersebut pada pertengahan bulan Juli ini. Diharapkan Jepang akan memprioritaskan Taiwan.

Kekhawatiran utama datang dari pekerja imigran asal RRT dan Korea Selatan, yang jumlahnya terbilang banyak. Jumlah pemeriksaan PCR Jepang dicemaskan tidak mampu mencukupi permintaan di lapangan.

Dalam waktu dekat, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengumumkan kelanjutan dari persoalan ini.

Keputusan Jepang untuk membuka pintu masuk mereka bagi para pengusaha asing dilakukan setelah mempertimbangkan jumlah kasus COVID-19 di sejumlah negara yang dianggap mulai stabil.

Setiap harinya jumlah pemeriksaan PCR di seluruh bandara domestik Jepang mencapai 2.300 kasus. Angka ini diperkirakan akan meningkat pada bulan Agustus mendatang, menjadi 4.000 kasus per satu hari. Pihak Jepang juga tengah mencanangkan untuk menambah fasilitas pusat pemeriksaan PCR.

Komentar

Terbarumore