(Taiwan, ROC) Pandemi COVID-19 global semakin memanas, tidak sedikit negara yang mengalami wabah gelombang kedua. PM Su menyampaikan selama lebih dari 2 bulan sudah mengerahkan program penyelamatan yang dialokasikan untuk lebih dari 120 juta orang, namun dikarenakan pandemi ini, industri pariwisata mendapat pukulan keras dan terus berlanjut.
Perdana Menteri Su Tseng-chang hari ini (9/7) dalam rapat Yuan Eksekutif menyampaikan, telah meminta Wakil Perdana Menteri, Sen Jong-chin (沈榮津), Sekjen Li Meng-yen (李孟諺) bersama Ketua DGBAS, Zhu Ze-min (朱澤民) untuk mendiskusikan bersama tiap-tiap instansi untuk terus melakukan pendataan kebutuhan bantuan dari perusahaan/manufaktur, menyiapkan anggaran khusus secara prakmatis, dan mengusungnya rapat agar diperiksa Yuan Legislatif pada dua pekan mendatang.
Juru Bicara Yuan Eksekutif Ting Yi-ming mengemukakan, skala dana penyelamatan ini akan melebihi dari 200 milyar NTD, namun tidak akan lebih daripada batasan yang sudah ditentukan untuk program penyelamatan selama masa pandemi yang dipatok senilai 210 milyar NTD.
Jubir Yuan Eksekutif Ting mengatakan, “Berkaitan dengan bagian tambahan untuk dana penyelamatan, pertama untuk program penyelamatan sebelumnya ada sebgaian yang mulai digunakan, kemudian masih perlu melakukan evaluasi untuk anggaran tambahan, mengurangi bagian yang ditambahkan, baru menyusun program penyelamatan, yakni tambahan untuk dana penyelamatan versi 3.0”.
Ting Yi-ming mengemukakan, diprakirakan pada tanggal 23 nantinya akan meloloskan anggaran penyelamatan khusus untuk masa pandemi, pengusungan ini akan segera disampaikan kepada Yuan Legislatif untuk diloloskan, pada saat Yuan Legislatif membuka rapat interim ke-2, maka diharapkan bisa meloloskan pengajuan dana penyelamatan tambahan, namun tetap menghargai putusan yang diambil oleh Yuan Legislatif.
Ting Yi-ming (丁怡銘) mengemukakan, setiap kementerian telah mengajukan anggaran tambahan , DGBAS membuka rapat koordinasi untuk menyusun anggaran pragmatis. PM Su mengemukakan dana negara terbatas, dalam masa situasi sulit seperti sekarang ini, pemerintah harus dengan landasan “menjaga manufaktur, mempertahankan perusahaan, menjamin kesempatan kerja” untuk memberikan jaminan pada masyarakat agar dapat melewati masa sulit ini, untuk itu pemerintah masih akan terus memberikan bantuan penyelamatan bagi berbagai bidang usaha masyarakat yang ada. Terkait kembali mengupayakan anggaran khusus untuk penyelamatan, PM Su mengungkapkan, selain memberikan bantuan penyelamatan dengan subsidi gaji pegawai dan pengoperasian usaha, pada bagian pencegahan pandemi juga tidak boleh longgar, untuk dana anggaran untuk produk barang yang berkaitan dengan pencegahan, pembelian vaksin, penelitian dan pengembangan dan lain sebagainya juga akan dimasukkan dalam anggaran khusus ini.