(Taiwan, ROC) Republik Somaliland pada tahun 1991 menyatakan berdaulat, sementara ini Taiwan dan Somaliland membina hubungan melalui kantor perwakilan, hal ini mendapat kecaman dari pemerintah Somalia bahwa menganggu integritas dan melanggar kedaulatan Somalia, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Daratan Tiongkok, Zhao Li-jian趙立堅 pada tanggal 6 Juli juga memberikan kritikan bahwa “Pemerintahan DPP serba mendesak, setiap orang dimintai bantuan,” serta menekankan bahwa di dunia ini hanya ada satu Tiongkok, Taiwan adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan.
Jubir Kemenlu Joanne Ou pada hari Selasa ini (7/7) merilis konferensi pers bahwa Taiwan bukan bagian dari Daratan Tiongkok. Jubir Kemenlu Joanne Ou (歐江安) 200707-04 mengatakan, “berkaitan dengan pemerintah Daratan Tiongkok yang merendahkan kedaulatan Republik Tiongkok dengan pernyataan yang tidak benar, pihak kami mengecam, dan menekankan dengan tegas, Taiwan adalah Taiwan, Taiwan bukan bagian dari Republik Rakyat Tiongkok, pemerintah Tiongkok tidak pernah satu hari memerintah, tentu saja tidak memiliki hak untuk mewakili masyarakat Taiwan di mata dunia internasional.”
Jubir Kemenlu Joanne Ou mengemukakan, Somaliland yang kaya akan sumber laut di sektor perikanan, sumber energi, pertambangan dan sumber daya lainnya, sangat berpotensial, sementara ini ada 8 negara dan organisasi dunia mendirikan kantor perwakilan di Somaliland, mempromosikan berbagai bidang kerjasama dengan Somaliland, maka pemerintah Daratan Tiongkok secara irrasional menyebut “mencari bantuan di mana-mana”, mengintervensi hubungan antara Taiwan dan Somaliland tanpa mengetahui fakta yang jelas, maka Kemenlu mengutuk pernyataan dari pemerintah Daratan Tiongkok.
Joanne Ou menekankan, Taiwan dan Somaliland adalah negara yang sangat menghargai, pihaknya akan berpegang pada semangat diplomatic pragmatis mempromosikan kerjasama, serta Republik Tiongkok akan selalu menyambut pembinaan persahabatan dengan semua negara yang memiliki pandangan yang sepaham.