(Taiwan, ROC) - Seorang warga Filipina yang dites positif Covid-19 pada hari Sabtu di Hong Kong setelah transit di Taiwan sehari sebelumnya, akan dicatat sebagai kasus positif pertama yang transit sejak izinnya dibuka kembali oleh Taiwan pada 25 Juni, tapi kasus ini tidak akan menimbulkan ancaman besar bagi pencegahan pandemi di Taiwan, demikian diumumkan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Senin, 6 Juli.
Kasus itu bukan ancaman besar karena diambilnya pencegahan sepantasnya, termasuk tidak ada penumpang Taiwan yang duduk di dua baris di depan dan di belakang wanita itu selama penerbangannya pada hari yang sama dari Manila ke Taiwan dan kemudian dari Taiwan ke Hong Kong, tutur juru bicara CECC Chuang Jen-hsiang (莊人祥).
Wanita berusia 30-an tahun itu tiba di Taiwan Jumat sekitar pukul 3:00 dini hari melalui pesawat EVA Air dari Manila, dan berangkat dengan pesawat EVA Air lain ke Hong Kong pada pukul 4:40 di hari yang sama, kata Chuang.
Chuang mengatakan, “Maka masa transitnya di Taiwan tidak sampai dua jam. Pada saat transit, semua penumpang transit mengenakan masker, sedangkan petugas semuanya juga memakai kacamata pelindung, sarung tangan dan masker. Proses transit dibimbing oleh petugas setelah pemeriksaan suhu badan, maka penumpang itu tidak berkesempatan berbelanja di bandara. Selain itu, semua penumpang segera dites setelah memasuki Hong Kong.”
Ketika ditanya oleh media tentang kemungkinan asal infeksi, Chuang menjawab bahwa wanita itu dites tepat setelah dia memasuki Hong Kong dan hanya transit kurang dari dua jam di Taiwan, maka kemungkinan besar ia terinfeksi di Filipina.