(Taiwan, ROC) – Hari Kamis tanggal 14 Agustus diperingati sebagai “Hari wanita penghibur internasional". Kegiatan dilaksanakan secara serentak di berbagai negara di dunia, untuk memprotes tindakan pemerintah Jepang pada masa perang dunia ke 2. Di Taiwan sendiri, juga terdapat banyak orang yang turut serta melakukan aksi protes pada hari Kamis pagi tanggal 14 Agustus di depan kantor perwakilan pemerintah Jepang. Para demonstran meminta pemerintah Jepang untuk menyampaikan maaf dan juga kompensasi. Kegiatan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana pada waktu sebelumnya, para demonstran menyerahkan surat protes dengan menutupi identitas mereka.
Direktur Eksekutif Badan Pertolongan untuk Wanita, Thang Shu-hwa, salah satu anggota partai sayap kanan, baru-baru ini menerbitkan sejumlah distorsi fakta sejarah pernyataan yang tidak pantas, dan laporan yang diterbitkan pada bulan Juni tahun ini. Pemerintah Jepang juga membantah mengenai hal tersebut.
Terlepas dari Pemerintah Jepang secara terbuka mengakui kesalahan mereka, permintaan maaf dan kompensasi, tetapi juga menyerukan agar pihak Jepang dapat menghentikan semua orasi terdistorsi.
Belum lama ini, salah satu anggota legislator prihatin lakan masalah wanita penghibur, dan menunjukkan bahwa pemerintah Jepang baru-baru ini menyatakan kesalahannya, dan semua yang terjadi telah tercatat dalam sejarah.
Para pengunjuk menggunakan simbol "satu orang, satu pikiran", menggunakan surat protes untuk menyampaikan perasaan mereka. Surat tersebut diisampaikan kepada perwakilan pemerintah Jepang.
Pada tanggal 14 Agustus 1991, Kim Hak Sun asal Korea Selatan, yang juga merupakan wanita penghibur, untuk pertama kalinya keluar secara terbuka menyampaikan kepada dunia akan aksi yang dilakukan oleh para tentara Jepang pasca Perang Dunia ke 2 terjadi. Para tentara Jepang saat itu, memaksa wanita Asia menjadi budak seks. Untuk itulah maka setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Wanita Penghibur Internasional. Di Taiwan sendiri, wanita penghibur yang masih tersisa hanya lima orang, dengan usia rata-rata 90 tahun.