(Taiwan, ROC) – Hujan deras yang diikuti dengan bencana banjir, menyebar hampir di seluruh wilayah Selatan Taiwan. Bencana ini juga telah mempengaruhi harga sayur mayur yang tersedia di pasar. Pihak DGBAS, memberikan prediksi awal, bahwa kerugian dalam bidang pertanian, akan mencapai lebih dari NT$ 7 Juta.
Pihak DGBAS pada hari Kamis tanggal 14 Agustus mengatakan bahwa lahan utama penghasil sayur mayur berada di daerah Changhwa, Yunlin. Sehingga bencana alam tersebut tidak akan sampai mempengaruhi indeks harga konsumen atau CPI untuk bulan Agustus.
Dipengaruhi oleh aliran udara ke arah barat daya yang kuat, Selatan Taiwan, telah turun hujan lebat selama hampir satu minggu. Dimana hal tersebut juga telah mempengaruhi harga sayuran di pasar. Tingkat kerusakan tanaman mencapai 15%, terutama merusak sayur kubis, melon, semangka, tomat, seledri dan sebagainya.
Apakah kerugian dalam bidang pertanian ini akan mendorong harga, dan berdampak terhadap indeks CPI bulan Agustus? DGBAS mengatakan bahwa daerah utama yang memproduksi sayuran berada di wilayah Changhwa dan Yunlin. Sementara hujan lebat berada di kawasan Tainan dan Kaohsiung. Oleh karena itu, harga sayuran tidak akan berdampak banyak, dampak pada CPI juga tidak besar.