(Taiwan, ROC) – Negara Bagian Brasil, Rio Grande do Sul kemarin (25/6) menyampaikan, hasil pengamatan hingga sore hari tanggal 24 Juni 2020, arah angin kondusif mengarah dan bertiup ke Amerika Selatan, Argentina dan angin dingin ini akan menimbulkan hujan, sehingga invasi hama belalang yang menyerbu Brasil akan mengubah haluan pergerakan.
Dewan pengembangan industri pertanian dan peternakan Rio Grande do Sul dan pemerintah Argentina saling berkoordinasi dengan baik guna memantau arah pergerakan serangan hama belalang. Hasil pemantauan pada tanggal 24 Juni, pasukan hama berjarak 130 km dari Kota Barra do Quarai.
Walaupun laporan pemerintah Argentina terbaru menjelaskan, dikarenakan kondisi cuaca mendung dan suhu rendah, sulit melacak posisi pasukan belalang ini, namun dengan adanya angin dingin yang menimbulkan hujan di daerah sekitar Brasil kawasan selatan, maka merubah haluan pergerakan pasukan Brasil dan diprediksikan tidak akan masuk ke kawasan Brasil Selatan.
Pemerintah Argentina mengemukakan, jenis belalang ini adalah spesies Cyrtacanthacridinae, termasuk hama serangga yang dapat menyerang tanaman ubi, jagung dan tebu, mampu terbang sehari dengan menempuh jarak 150 km.
Terlepas dari apakah pasukan belalang ini akan menyerang Brasil, Menteri Pertanian Brasil Teresa Cristina telah melakukan penandatangan untuk kerjasama tanggap darurat untuk pemberantasan hama dan karantina tumbuh-tumbuhan antara Bagian Rio Grande do Sul dan Santa Catarina.
Nota kerjasama ini menjelaskan langkah defensif yang diadopsi untuk mengatasi anomali seperti serangan hama, mencakup penggunaan bahan kimia dan pestisida untuk mengendalikan hama.